ASIAN GAMES INCHEON, KOREA SELATAN 2014

Prima/Maya Sumbang Perunggu Kesembilan

Soft Tenis

Kamis, 02 Oktober 2014, 08:26 WIB
Prima/Maya Sumbang Perunggu Kesembilan
ilustrasi
rmol news logo Perolehan medali perunggu Indonesia terus menumpuk. Di hari ke-12 ajang Asian Games 2014,  tim Merah Putih menam­bah satu perunggu nomor ganda campuran cabor soft tenis. Total koleksi perunggu Indonesia kini berjumlah sembilan.

Hilangnya momentum terjadi ketika pasangan Indonesia, Pri­ma Septiaji/Maya Rosa yang su­dah memimpin 1-3 akhirnya di­kejar dan akhirnya kalah 3-5 (4-2, 4-0, 0-4, 4-0, 1-4, 3-5, 0-4, 4-6) atas pasangan Tiongkok Zhou Mo/Chen Hui di babak semifinal yang berlangsung di Lapangan Tenis Yeorumul, Incheon, Korea Selatan, kemarin.

“Ketika sudah unggul 3-1, kita kehilangan momentum, hingga lebih banyak mati sendiri,” kata Prima.

Lawan yang mereka hadapi di babak Empat Besar itu sebe­nar­nya adalah lawan yang sama yang ditemui mereka di babak kua­lifikasi Grup C. Pada saat kua­lifikasi, kekalahan juga ter­jadi pada Prima/Maya atas Zhou/Chen, bahkan sangat telak 0-5 (2-4, 6-8, 1-4, 0-4, 3-5).

Prima mengaku, dia dan Maya salah strategi. Pasalnya, Prima lebih banyak bermain di depan, dan Maya di baseline. Ketika men­capai babak semifinal, Pri­ma pun melakukan perubahan tak­tik. Dia pun berganti posisi de­ngan lebih banyak di baseline dan Maya di depan.

Pasangan Indonesia ini nyaris ditundukan pasangan Mongolia, Uchirsaikhan Bayasgalant/Bul­gan Norovsuren di babak per­em­pat final, ketika mereka harus ber­main tie break cukup pan­jang, se­belum akhirnya menutup dengan kemenangan 5-4 (4-1, 5-7, 4-2, 2-4, 3-5, 4-2, 2-4, 4-0, 11-9).

Maya bahkan selepas bertan­ding sempat mengatakan jika ka­kinya hingga bergetar karena ha­rus memainkan game tie break yang cukup panjang. “Main di per­empat final lebih tegang se­be­narnya dibandingkan di semi­final,” kata Maya.

Dengan tambahan satu pe­rung­­­gu ini, maka soft tenis se­mentara telah menyumbangkan dua medali. Sebelumnya di tung­gal putra, lewat Edi Kusdaryan­to, Indonesia sudah terlebih da­hulu mendapatkan medali perak.

Hari ini, cabang soft tenis akan kembali memperebutkan dua medali yakni ganda putra dan ganda putri. Di kelas putra, Indo­nesia menurunkan dua pa­sa­ngan­nya, yakni Prima yang akan ber­duet dengan Edi dan Hen­dri Su­silo Pramono/Ferdy Fauzi Narun, sedangkan di kelas putri, Maya akan berpartner dengan Dwi Ra­hayu Pitri.

Di cabor balap sepeda BMX, dua atlet Indonesia, Elga Kharis­ma Novanda, dan Toni Syarifu­din gagal mematahkan dominasi pebalap Thailand dan Filipina. Sedangkan Toni harus puas finis di posisi kelima di kategori putra.

Hasil buruk juga dialami pelari gawang 100 meter putri Dedeh Erawati. Dia hanya menjadi juru kun­ci pada nomor final Asian Ga­mes 2014 cabang atletik di sta­dion utama Asiad, Incheon, Kor­sel, kemarin.

Dedeh yang diproyeksikan bakal meraih medali emas, bera­da di urutan kedelapan dan bah­kan terkena diskualifikasi di no­mor lari gawang 100 meter putri.

Sementara pada cabor gulat wakil Indonesia, Kusno Hadi Sa­putra yang sebelumnya di babak 16 besar mampu menumbang­kan pegulat Thailand Atthaphol Sirithanan 4-1. Tapi di babak be­ri­kut­nya ia ditumbangkan pegu­lat Jepang Takehiro Kanakubo 0-5, di perempatfinal. ***
Konten iklan di bawah berasal dari platform DISQUS, tidak terkait dengan pembuatan konten ini

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA