Hilangnya momentum terjadi ketika pasangan Indonesia, PriÂma Septiaji/Maya Rosa yang suÂdah memimpin 1-3 akhirnya diÂkejar dan akhirnya kalah 3-5 (4-2, 4-0, 0-4, 4-0, 1-4, 3-5, 0-4, 4-6) atas pasangan Tiongkok Zhou Mo/Chen Hui di babak semifinal yang berlangsung di Lapangan Tenis Yeorumul, Incheon, Korea Selatan, kemarin.
“Ketika sudah unggul 3-1, kita kehilangan momentum, hingga lebih banyak mati sendiri,†kata Prima.
Lawan yang mereka hadapi di babak Empat Besar itu sebeÂnarÂnya adalah lawan yang sama yang ditemui mereka di babak kuaÂlifikasi Grup C. Pada saat kuaÂlifikasi, kekalahan juga terÂjadi pada Prima/Maya atas Zhou/Chen, bahkan sangat telak 0-5 (2-4, 6-8, 1-4, 0-4, 3-5).
Prima mengaku, dia dan Maya salah strategi. Pasalnya, Prima lebih banyak bermain di depan, dan Maya di
baseline. Ketika menÂcapai babak semifinal, PriÂma pun melakukan perubahan takÂtik. Dia pun berganti posisi deÂngan lebih banyak di baseline dan Maya di depan.
Pasangan Indonesia ini nyaris ditundukan pasangan Mongolia, Uchirsaikhan Bayasgalant/BulÂgan Norovsuren di babak perÂemÂpat final, ketika mereka harus berÂmain tie break cukup panÂjang, seÂbelum akhirnya menutup dengan kemenangan 5-4 (4-1, 5-7, 4-2, 2-4, 3-5, 4-2, 2-4, 4-0, 11-9).
Maya bahkan selepas bertanÂding sempat mengatakan jika kaÂkinya hingga bergetar karena haÂrus memainkan game
tie break yang cukup panjang. “Main di perÂempat final lebih tegang seÂbeÂnarnya dibandingkan di semiÂfinal,†kata Maya.
Dengan tambahan satu peÂrungÂÂÂgu ini, maka soft tenis seÂmentara telah menyumbangkan dua medali. Sebelumnya di tungÂgal putra, lewat Edi KusdaryanÂto, Indonesia sudah terlebih daÂhulu mendapatkan medali perak.
Hari ini, cabang soft tenis akan kembali memperebutkan dua medali yakni ganda putra dan ganda putri. Di kelas putra, IndoÂnesia menurunkan dua paÂsaÂnganÂnya, yakni Prima yang akan berÂduet dengan Edi dan HenÂdri SuÂsilo Pramono/Ferdy Fauzi Narun, sedangkan di kelas putri, Maya akan berpartner dengan Dwi RaÂhayu Pitri.
Di cabor balap sepeda BMX, dua atlet Indonesia, Elga KharisÂma Novanda, dan Toni SyarifuÂdin gagal mematahkan dominasi pebalap Thailand dan Filipina. Sedangkan Toni harus puas finis di posisi kelima di kategori putra.
Hasil buruk juga dialami pelari gawang 100 meter putri Dedeh Erawati. Dia hanya menjadi juru kunÂci pada nomor final Asian GaÂmes 2014 cabang atletik di staÂdion utama Asiad, Incheon, KorÂsel, kemarin.
Dedeh yang diproyeksikan bakal meraih medali emas, beraÂda di urutan kedelapan dan bahÂkan terkena diskualifikasi di noÂmor lari gawang 100 meter putri.
Sementara pada cabor gulat wakil Indonesia, Kusno Hadi SaÂputra yang sebelumnya di babak 16 besar mampu menumbangÂkan pegulat Thailand Atthaphol Sirithanan 4-1. Tapi di babak beÂriÂkutÂnya ia ditumbangkan peguÂlat Jepang Takehiro Kanakubo 0-5, di perempatfinal. ***
BERITA TERKAIT: