“Ada kemungkinan itu tertuÂkar secara tidak sengaja. MengÂapa kami harus mengembalikan medali emas ini?,†kata Ketua KonÂtingen Malaysia, Datuk DaÂnyal Balagopal kepada
The Star.
Pihak Malaysia, melalui KeÂpala Kesehatan Kontingen, Dr Arshad Puji akan mengajukan bukÂti medis sebagai bagian dari banÂding terhadap keputusan penÂcoretan medali emas Tai yang dijatuhkan Dewan Olimpiade Asia (OCA) ke Mahkamah ArÂbitrase Olah Raga. Perlu waktu 16 jam untuk mengetahui hasil sampel urine.
Langkah banding ini disetujui Menteri Pemuda dan Olahraga Malaysia Khairy Jamaluddin. Menurutnya, banyak kejangÂgaÂlan dalam keputusan doping ini. Dia menyebut ada waktu-wakÂtu yang hilang dalam proses peÂnyerahan sampel urine ini.
“Jika asumsi jam-jam penyeÂrahan sampel tersebut benar, diÂbutuhkan rentang waktu 16 jam untuk penyerahan sampel. RenÂtang waktu ini tidak masuk akal,†katanya.
Cheau Xuen (23) terbukti poÂsitif mengonsumsi doping seteÂlah memenangi medali emas noÂmor nanquan dan nando pada 20 September lalu.
Medali emas tersebut sebeÂnarÂnya menjadi hak atlet wushu InÂdoÂnesia, Juwita Niza Wasni.
Sementara itu, atlet wushu InÂdoÂnesia lainnya, Ivana Ardelia IrÂmanto, yang ketika itu berada di urutan keempat, kini berhak atas medali perunggu. Medali peÂrak kini jadi milik atlet TiongÂkok, Wei Hong. ***
BERITA TERKAIT: