Rencananya, tim karate yang akan diberangkatkan 10 karateÂka. Hasil TO di Okinawa ini baÂkal dijadikan patokan PB Forki meÂmantau kekuatan para atletÂnya, sekaligus ajang penyariÂngÂan. Karena atlet yang bakal diÂbeÂrangkatkan menuju Asian GaÂmes nanti sebanyak delapan orang maka sepulangnya dari OkÂinawa ada dua orang yang terÂeleminasi.
Diantara 10 karateka yang diÂberangkatkan, pelauang meraih medali di Jepang berada di noÂmor kumite (pertarungan). Umar Syarief dan Jintar Simanjuntak nanÂtinya yang akan menjadi anÂdalan terdepan di nomor ini.
Sementara di nomor kata (juÂrus) dianggap sulit mendapat meÂdali mengingat tuan rumah adaÂlah lawan berat bagi Indonesia.
Manajer pelatnas karate, DelÂfinus Rumahorbo menjelaskan, pada persiapan menjelang Asian Games ini celah karateka IndoÂnesia semakin terlihat.
“Hasil evaluasi itu tidak perÂnah sama, antara latihan dan berÂtanÂding itu selalu beda. Ketika laÂtihan teknik sudah bagus, tapi kalau lagi bertanding kelihatan masih ada yang kurang. Ini kami harus perbaiki setiap gerakan,†kaÂtanya kepada
Rakyat Merdeka, belum lama ini.
Delfinus melihat karateka InÂdonesia masih belum bisa tampil lepas. Karenanya hal tersebut harus segera diatasi karena PB FORKI telah memasang target satu medali emas.
Selain berbekal dari TO cara laÂtihan yang makin sering dilaÂkukan dengan memperbanyak siÂmulasi melawan atlet non peÂlatnas. Tujuan utamanya agar para karateka mampu merasakan suasana bertanding. ***
BERITA TERKAIT: