Cibulkova datang ke turnamen bergengsi itu dengan penuh percaya diri. Di atas kertas tentu semua orang mengungguli petenis yang bertengger di peringkat 10 dunia ini.
Berkostum pink yang amat kontras dengan warna kulit hitam, lawan Cibulkova, Abanda memasuki arena. Meski berusaha tampil ceria tetap tidak bisa menyembunyikan kekhawatiran di wajahnya karena harus membawa nama baik negaranya.
Cibulkova membuktikan predikisi banyak penggemarnya. Petenis bertinggi badan 160 cm itu memberikan
big serve. Kemudian, dia melancarkan
smash mematikan sejak menit awal. Abanda dibuat kelimpungan dengan gaya bermain Cibulkova. Dia sempat mencoba mengejar saat skor 2-1 tapi gagal. Niatan melakukan
drop shot di depan net untuk memancing Cibulkova malah menjadi senjata makan tuan. Set pertama pertandingan ditutup
breadstick oleh Cibulkova 6-1.
Mendapat dukungan dari para penonton Abanda bangkit. Petenis peringkat ke-209 dunia itu benar-benar tak mau dipecundangi tamunya meski peringkatnya terpaut jauh. Pertandingan semakin seru saat keduanya sering kali melakukan jual beli pukulan. Beberapa kali Abanda melakukan spank yang membuat bola menembus raket Cibulkova hingga tertinggal 1-3.
Pukulan
crosscourt yang mengecoh gerak Cibulkova juga dilancarkan lawannya. Kekalahan di set awal terbayar sudah oleh Abanda dengan memenangkan set kedua 3-6.
Tidak peduli dengan dukungan penonton kepada sang lawan, Cibulkova justru bertambah perkasa menghajar wakil tuan rumah non unggulan itu. Pukulan lurusnya sudah membuat Abanda tertinggal 3-0. Dominasi Cibulkova berlangsung hingga set berakhir
love game 6-0.
Meski begitu, petenis asal Slovakia ini mengaku tidak puas dengan kemenangannya, karena harus bermain sampai tiga set hanya untuk melawan petenis berusia 17 tahun. Di Montreal Open 2014 Cibulkova berharap bisa mencapai final.
“Saya merasa buruk. Ini benar-benar momen yang sulit saya gambarkan. Saya berjanji akan mendapatkan momen terbaik di pertandingan lainnya,†katanya dikutip WTA.
Sementara Abanda malah bangga bisa bertemu Cibulkova pada putaran awal ini. “Saya sudah memainkan salah satu pertandingan tenis terbaik malam ini di Montreal di depan kerumunan banyak orang. Jadi itu hanya motivasi lebih bagi saya untuk melakukan lebih baik,†katanya.
Kejutan terjadi di putaran pertama Piala Montreal, petenis Jerman non-unggulan, Sabine Lisicki, berhasil mengalahkan petenis unggulan ke-13 asal Italia, Sara Errani dengan straight set 6-1 7-5 atas petenis yang juga biasa bermain di partai ganda putri tersebut.
Di nomor putra dua petenis unggulan sudah memastikan tempat di babak kedua Rogers Cup 2014, yakni Marin Cilic dan Jo-Wilfried Tsonga.
Cilic unggulan ke-15 melaju ke babak berikutnya usai menjungkalkan Dennis Istomin lewat pertarungan tiga set 6-2, 4-6, dan 7-5.
Sementara Tsonga, merebut tiket ke babak kedua usai menyudahi perlawanan rekan senegaranya Edouard Roger-Vasselin 7-6, 6-1.
Turnamen Piala Rogers diproyeksikan sebagai ajang pemanasan para petenis terbaik dunia sebelum mereka turun di Grand Slam AS Open 2014. ***
BERITA TERKAIT: