Pengurus TRAMP atau Tanah Raga Air Madya Pancasila bermaksud menjalin kembali tali silaturahmi antara TRAMP dengan Kodam Jaya, sekaligus melaporkan rencana pendidikan dasar yang akan digelar TRAMP pada tanggal 20 Juni mendatang.
Pendidikan yang akan berlangsung selama 10 hari itu akan melatih para pemuda pegiat alam bebas untuk mendapat berbagai tekhnik keterampilan yang menjadi dasar kegiatan di alam bebas, seperti pendakian gunung, panjat tebing, arung jeram, SAR, navigasi, survival, pembinaan mental, dan lainnya.
Menurut Ketua Umum TRAMP, Hendrata, ada beberapa alasan diadakannya pendidikan dasar pecinta alam mendatang. Selain tentu saja untuk kaderisasi, juga berawal dari keprihatinan TRAMP akan tingginya angka kecelakaan aktivitas alam bebas yang merenggut korban meninggal dunia.
"Paling banyak kecelakaan itu karena tersesat dan juga hipotermia," jelas Hendrata Yudha kepada Pangdam Jaya yang menyimak.
Mendengar hal itu, Pangdam Jaya menilai aktivitas pencinta alam ibarat pilot, biarpun sudah memiliki beribu jam terbang tetap saja wajib mengikuti prosedur tetap (Protap) standar penerbangan.
"Harus ada di dalam diri setiap pecinta alam prosedur tetap dalam merencanakan suatu perjalanan. Harus ada analisa tujuan sebelum naik gunung. Seperti tentara, pemuda harus melakukan analisa untuk menghindari segala macam risiko," ujar Panglima yang juga mantan pendaki gunung itu.
Mayjen Mulyono juga menasihati agar pencinta alam tidak sombong, selalu melatih diri dan mempelajari segala situasi. Para pencinta alam juga harus mengikuti adat-istiadat yang berlaku di daerah tujuan, karena mereka kerap hidup di alam nyata dan alam tidak nyata.
"Harus ada perangkat pengendali dalam latihan. Agar latihan tidak mubazir harus ada tujuan akhir yang ingin dicapai, dan harus tahu SDM yang akan dilatih agar kemampuan awal yang akan dilatih dapat diberikan dengan tepat seperti motivasi, pelatihan fisik, dan keterampilan," saran Pangdam.
"TRAMP harus menjadi corong terdepan bagi pembinaan mental generasi muda, dan harus bisa membawa pengaruh yang positif karena urusan bangsa adalah tugas kita semua, bukan hanya tugas tentara," imbuh Mayjen Mulyono.
Dalam pertemuan tersebut, Pangdam Jaya didampingi, Kapendam Jaya Kolonel (Inf) Mukhtar, Dan Rindam Jaya Kolonel (Inf) Dwi Wahyu W, Aspers Kodam Jaya Kolonel (Inf) Judi P Firdaus, Kajasdam Jaya Kolonel (Inf) Catur Gunanto, dan Pabandyapuanter Letkol (Inf) Edi Juarsah.
Sementara itu Ketua Umum TRAMP didampingi, Wakil Ketua Umum Asep Sumantri, Komandan Diktat Shandi Irawan, Pembina Group 2 (Bahari) Dani Parnoto, Wakil Bendahara Umum Nurul dan Penasihat TRAMP Dar Edi Yoga
[ald]