Hal ini diakui Ahok menanggapi pernyataan Indonesia Corruption Watch (ICW) soal anggaran KJP sebesar Rp 492 miliar. ICW menemukan, dari 450 ribu penerima KJP tahun 2013 sekira 19,4 persen atau 78.5570 siswa tidak tepat sasaran.
"Pasti ada yang main. Ada oknum yang main, dia ngambil, pasti terjadi," tuding Ahok di Balaikota, Jakarta Pusat, Selasa (1/4).
Ahok pun meminta masyarakat dapat melaporkan masalah itu ke komite sekolah untuk segera ditindaklanjuti.
"Kalau salah sasaran biar komite sekolah yang ngomong, orang mesti laporin," tegasnya.
Selama ini ia melihat justru bukan pihak berkepentingan dengan KJP yang melapor.
"Jangan kamu enggak dapet, baru ribut. Kita laporan terus kok, nanti kita terus evaluasi," imbuhnya.
[wid]
BACA JUGA: