Sesekali, dua motor datang ke posko yang berdiri sejak Jumat (17/1) lalu untuk membawa bantuan berupa beras dan mie instan. Ada pula pihak kelurahan yang sibuk mendata barang-barang kebutuhan pengungsi.
Kepala Kelurahan Kedoya Utara, Dwi Aryono menjelaskan, tenda tanggap darurat banjir sengaja didirikan di pinggir jalan agar aksesnya mudah terjangkau oleh masyarakat. Tidak hanya itu, lanjut Dwi, posko ini juga sebagai sentral pendistribusian bantuan kepada para warga pengungsi banjir.
"Dari sini kita mendistribusikan bantunan ke 10 RW di Kedoya Utara yang terkena dampak banjir. Untuk
Kedoya Selatan, Kedaung, Kali Angke kita bantu juga dari sini," ungkap Dwi saat ditemui di posko banjir di Jalan panjang, Kedoya Utara, Jakbar, Selasa (21/1).
Dwi menambahkan untuk pendistribusian logistik diserahkan langsung kepada masing-masing ketua RT dan RW setempat, namun pihaknya tetap mendata kebutuhan apa saja yang diperlukan para pengungsi
"Pendistribusian langsung ke Pak RT atau Pak RW. Karena mereka yang tau persis apa saja yang dibutuhkan warganya," terangnya.
Lanjut Dwi, kebutuhan bantuan seperti Beras, mie instan, air mineral dan selimut dan tenda untuk korban banjir masih mencukupi. Hingga Saat ini logistik dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BPNB) yang ada di posko banjir Jakarta Barat terdiri dari 4 ton beras, 250 kardus Mie instan, 30 kardus air mineral serta Selimut, matras, tikar, kasur, Family kid Masing 200 unit.
"Setiap harinya ada 3 ton beras dari BNPB, sekarang mie instan sudah habis, nanti malam di droop lagi kesini, " pungkas Dwi
Tidak hanya pemerintah daerah, 1 peleton TNI Yon Bekang 1 Kostrat dan 1 regu TNI Yonkav 9 Kodam Jaya telah disiagakan untuk membantu menyelamatkan korban banjir di Komplek Green Garden, Kedoya Utara
.[wid]
BACA JUGA: