"Bagi warga yang butuh sarana kebersihan seperti mobil toilet, sebaiknya berkoordinasi dengan camat atau lurah supaya kita bisa letakkan di lokasi yang tepat," kata Unu di Balaikota, Jakarta Pusat, Selasa (20/1).
Menurut Unu, bila koordinasi tidak terjalin dengan baik maka salah satu kebutuhan korban banjir seperti mobil toilet tidak dapat tiba di tujuan. Pasalnya, akses jalan menuju lokasi banjir ternyata digenangi air. Apalagi, saat ini pihaknya telah menyebar 22 unit mobil toilet untuk ditempatkan di lokasi pengungsian.
Total keseluruhan mobil toilet yang dimiliki oleh Dinas Kebersihan DKI mencapai 38 unit. Sebanyak 22 unit lainnya telah disebar di empat wilayah DKI. Satu unit mobil toilet dilengkapi dengan tiga kamar. Satu unit mobil toilet sebelum dikuras dapat melayani 1.000 orang.
"Sejauh ini, kita sudah sebar 22 unit, sedangkan sisanya masih ada di kantor-kantor kita. Bukan hanya itu, kita juga sudah menyebar mobil toilet VIP untuk jaga-jaga," ujar Unu.
Penyebaran mobil toilet ini di antaranya tujuh di kawasan Jakarta Timur, lima unit di Jakarta Selatan, empat unit di Jakarta Utara dan empat unit di Jakarta Barat.
"Sampai dengan saat ini, seluruh persediaan mobil toilet untuk para pengungsi masih dirasa cukup. Kalau pun nanti kurang, kita akan menyewa lebih banyak lagi mobil toilet," tutur Unu.
Selain itu, lanjut Unu, Dinas Kebersihan DKI juga mengerahkan 9 mobil tangki air bersih dan tiga mobil tangki air kotor untuk melayani korban banjir. Mobil ini setiap hari berkeliling ke seluruh wilayah DKI, khususnya yang terkena dampak banjir.
[wid]
BACA JUGA: