"Sementara ada peningkatan di atas 6 ribu, biasanya 5.800 ton per hari," kata Kepala Dinas Kebersihan Unu Nurdin saat dikonfirmasi di Jakarta, Minggu (19/1).
Menurutnya, peningkatan volume sampah biasa terjadi saat musim banjir melanda. Peningkatan ini lantaran warga kerap spontan membuang barang-barangnya yang terkena banjir ke pinggir jalan. Sampah bekas banjir kebanyakan jenis barang-barang furnitur seperti kursi, kasur maupun buku-buku basah.
"Bisa dilihat di pintu air Manggarai, itu meningkat dari normal. Kita lakukan terus penanganan, kita pantau terus," ujar Unu.
Dia pun mengimbau warga yang rumahnya terkena banjir untuk membuang sampah sembarangan. Pemprov DKI juga sudah menyiapkan truk pengangkut sampah di titik-titik lokasi terdampak banjir.
"Kita sudah siapkan kontainer saat malam hari, mereka harusnya buang ke situ, jangan buang pas di jam-jam padat," tegas Unu
.[wid]
BACA JUGA: