Lokasi kejadian berada di Perumahan Pondok Sani, Kelurahan Pejuang, Kecamatan Medan Satria, Bekasi. Perumahan ini persis berada di belakang Komplek Harapan Indah Kota Bekasi dan bersebelahan dengan Kavling PGRI. Kala itu, korban tengah bermain air bersama teman-teman sebayanya sebelum akhirnya jatuh dan terseret arus setinggi 1,5 meter.
"Korban sempat tenggelam selama hampir satu jam. Warga yang mencari ramai-ramai akhirnya menemukan anak itu sudah meninggal," tutur Tyo, salah seorang warga yang berada di lokasi kejadian.
Menurut Tyo, kasus warga hanyut di wilayah Medan Satria bukan baru pertama kali terjadi. Pada banjir di tahun 2007, kata dia, ada dua warga yang tewas terseret arus air.
"Saat itu, korbannya bukan anak-anak kecil. Satu sudah usia 20-an tahun, satu lagi anak remaja. Dua-duanya laki-laki, warga Kavling PGRI dan Pondok Sani," ujarnya.
Banjir yang mulai surut, kata Tyo, memang kerap dimanfaatkan warga khususnya anak-anak untuk bermain. Ada yang berenang di jalanan depan rumah, tapi tidak sedikit juga yang lebih berani untuk berenang di kali.
Selama satu pekan ini, wilayah Medan Satria, Bekasi sudah empat kali dilanda banjir. Ketinggian air yang merendam ratusan pemukiman warga ini berkisar 1-2 meter. Banjir paling besar terjadi hari ini (Minggu, 19/1) dengan ketinggian air mencapai 2 meter. Saat ini, warga yang menjadi korban banjir mengeluhkan telah terserang berbagai macam penyakit. Paling banyak sakit yang dikeluhkan berupa gatal-gatal, diare dan batuk.
[wid]
BACA JUGA: