"Cibubur yang dulu tidak terkena banjir malah sekarang kena. Itu akibat tanggul jebol," tuding Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau disapa Ahok usai mengikuti rapat koordinasi dengan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan) di Jakarta, Senin (13/1).
Ahok mengaku sudah memprediksi kondisi itu jauh-jauh hari. Untuk mengatasinya, menurut dia, salah satunya dengan membeli lahan seluas 90 hektar di kawasan Depok. Nantinya lahan yang dibeli itu akan dijadikan Pemprov DKI sebagai wilayah penyerapan air atau embung. Namun ide tersebut, kata Ahok, ditolak mentah-mentah oleh Walikota Depok, Nur Mahmudi Ismail.
"Kita baru bilang mau beli saja Walikota Depok langsung marah. Jadi harus jadi presiden dulu baru bisa urusin kamu nanti kan," tutur Ahok dengan kesal.
Sebagai alternatif, Ahok mengatakan, Pemprov DKI pun menjalin kerja sama dengan Kementerian PU untuk membangun sodetan-sodetan ke Banjir Kanal Timur kemudian dari Katulampa ke Cisadane.
"Maka kita pingin sodetan yang ke Kanal Banjir Timur sama sodetan Katulampa ke Cisadane beres, tapi sekarang kan pusat yang ngerjai. Kita nggak bisa ambil wilayah orang. Kita harus hibahkan ke pemerintah barat misalnya, untuk mengerjakan itu," tandasnya.
[wid]
BACA JUGA: