Kekalahan tersebut sekaligus menghentikan rentetan tujuh kali kemenangan kandang yang sebelumnya dibukukan Spurs. Kini Spurs mengantongi rekor 14-3 di NBA.
Kekalahan sebenarnya sudah terlihat sejak awal pertandingan. Tim asuhan Gregg Popovich benar-benar dibuat kerepotan dengan manuver-manuver yang dipertontonkan James Harden dan kawan-kawan. Alhasil, Spurs tak mampu melampaui perolehan angka Rockets hingga kuarter terakhir.
Setelah tertinggal 24-30 di akhir kuarter pembuka, Spurs kian jauh tercecer dengan 46-57 dari tim tamu saat kuarter kedua berakhir. Kendati demikian, Spurs sempat melakukan perlawanan sengit dan mengikis jarak di kuarter ketiga.
Perolehan 34 poin tambahan pasukan Gregg Popovich itu mengemas 80 poin, hanya terpaut tiga poin dari Rockets. Memasuki kuarter penentuan, kedua tim bertarung dengan sengit dan beberapa kali tercipta kedudukan seimbang.
Bahkan Spurs sempat menghidupkan harapan saat unggul 104-106 usai tembakan tiga angka Manu Ginobili masuk keranjang saat waktu tinggal satu menit 46 detik. Sayang sekali, Rockets tampil apik dan membalikkan keadaan.
Di sisa waktu, bertubi-tubi serangan Rockets sukses berbuah angka sebaliknya upaya Spurs kandas. Dalam pertandingan tersebut, Guard Rockets Harden tampil paling menonjol di kubu Rockets dengan mengemas 31 poin, tujuh rebound dan enam assist.
Chandler Parsons membuat 25 poin dan Dwight Howard menyumbang 13 poin dan 11 rebound.
Dari Spurs, point guard Tony Parker tampil apik dengan 27 poin dan Tim Duncan 20 poin. Pemain cadangan Marco Belinelli bersinar dengan mengemas 18 poin.
“Ini merupakan kemenangan yang sangat hebat untuk kami. Musim ini perkembangan yang kami tunjukkan sangat luar biasa. Kami menunjukkan determinasi dan akhirnya memetik kemenangan hebat,†terang Harden setelah pertandingan di laman
ESPN.“Ini merupakan pelajaran sangat berharga untuk kami. Ketika Anda bermain melawan tim yang hebat, Anda harus masuk lapangan dengan passion yang hebat pula. Mereka memang layak menang,†ujar pelatih Spurs, Gregg Popovich. ***
BERITA TERKAIT: