Tontowi/Liliyana menang lewat pertarungan sengit tiga gim. Setelah unggul di gim pertama dengan skor 21-10, sempat membuat Tontowi/Liliyana lengah pada gim kedua. Mereka pun ditinggal 5-21 . Hal ini cukup membuat pebulutangkis asal Indonesia tersengat.
Dengan cermat, duta Indonesia berupaya bangkit dan mengembalikan keunggulan di gim terakhir dengan skor 21-17. Hasil ini sekaligus membuat rasa penasaran Liliana mencicipi
skill pebulutangkis nomor wahid didataran Eropa, yang disampaikannya jelang pertandingan akhirnya dapat tertuntaskan dengan hasil yang menggembirakan.
Tontowi Ahmad membocorkan strategi kemenangannya atas negara yang berjuluk
The Viking itu. Sebelum melangkah ke lapangan pertandingan, pria 26 tahun itu mengaku telah membekali wawasannya dengan mengendus kemampuan lawan.
Ia membaca teknik permainan Fischer Nielsen/Christinna Pedersen lewat video. Sehingga karakteristik permainan Denmark dapat terbaca dengan komprehensif.
Secara kelas, Tontowi/Liliyana menang dua tingkat dari pebulutangkis Denmark. Tontowi/Liliyana yang menempati peringkat kedua dunia, sementara Nielsen/Pedersen yang menduduki peringkat keempat dunia.
“Menonton video pertandingan lawan, itu sudah pasti, supaya kami punya modal untuk melawan mereka, apalagi sudah lama tidak bertemu. Sebagai pemain, kita harus percaya diri mau melawan siapa pun,†lanjutnya.
Sedang menurut Liliyana, sejak awal masuk lapangan, mereka sudah yakin dan lebih percaya diri. “Apalagi tahun ini kami dapat gelar All England dan BWF World Championships. Permainan lawan tidak ada yang berbeda, justru perbedaannya ada di kami, kami lebih percaya diri,†imbuhnya.
“Motivasi kami bertambah saat tahu akan bertemu mereka, karena kami memang mau balas kekalahan sebelumnya. Alhamdulillah bisa menang,†tutur Tontowi.
Dari turnamen ini, China memborong tiga gelar, masing-masing Li Xuerui (tunggal putri), Wang Xiaoli/Yu Yang (ganda putri), dan Chen Long (tunggal putra). Sementara satu gelar selanjutnya diraih pasangan ganda putra, Lee Yong Dae/Yoo Yeon Seong dari Korea Selatan. Sementara Indonesia pulang ke tanah air dengan membawakan satu gelar juara, hasil jerih payah Tontowi Ahmad/Liliyana. ***
BERITA TERKAIT: