Pebalap asal Spanyol itu digadang-gadang akan menggantikan posisi Mark Webber yang pensiun. Rumor itu juga tidak terlepas dari pertemuan kepala tim Red Bull Racing, Christian Horner dengan agen sang pembalap di sela-sela GP Hongaria, belum lama ini.
Seharusnya, kata Lauda, Red Bull lebih memilih Daniel Ricciardo sebagai pengganti Webber, apalagi pebalap Australia itu punya prospek bagus untuk jangka panjang.
“Dia (Alonso) hanya akan membawa masalah bagi tim. Dengan kemungkinannya Vettel meraih juara dunia untuk keempat kalinya, Red Bull mempunyai keistimewaan untuk melihat potensi dari (Kimi) Raikkonen atau Ricciardo,†dikutip
Crash, kemarin.
Dikatakan, itu merupakan salah satu solusi terbaik dalam jangka pendek. Sedangkan yang lainnya, sambung Lauda, hanya untuk jangka panjang. “Pada akhirnya mereka akan mengambil resiko, tapi tidak untuk Ferrari,†kata Lauda.
Lauda menambahkan jika Red Bull merekrut Ricciardo, maka Ferrari akan mendatangkan kembali Raikkonen, yang pernah menjadi juara dunia pada 2007 lalu. “Jika Raikkonen tidak jadi ke Red Bull, maka Ferrari akan mencoba merekrutnya sebagai tandem Alonso. Setelah enam tahun tanpa gelar, Ferrari berada di bawah tekanan besar,†tambahnya. [Harian Rakyat Merdeka]
BERITA TERKAIT: