Karena itu, dia berharap seluruh kawasan Pasar Tanah Abang harus aman dari tindak kriminal sehingga mampu menarik turis berbelanja disitu.
"Nanti kalau turis datang ke Indonesia, Jakarta pengen beli barang-barang retail atau grosir pasti ke Tanah Abang. Makanya Tanah Abang itu harus aman, tidak ada tukang palak. Jadi semua itu tidak boleh ada lagi," ujarnya kepada wartawan di Balaikota, Jakarta Pusat, Rabu (14/8).
Ahok menyebut, untuk bisa menyamai blok A dan blok B, pembangunan blok G membutuhkan biaya berkisar Rp 2 miliar-Rp 3 miliar. Seluruh biaya tersebut akan ditanggung PD Pasar Jaya. Ahok tidak menampik PD Pasar Jaya selaku BUMD DKI juga mencari keuntungan, tapi tentunya diperoleh secara wajar. Untuk itu, pihaknya akan menerapkan sistem pembayaran cicilan sewa kios per hari kepada pedagang. Sistem ini mulai berlaku setelah sewa gratis enam bulan.
"Kita ingin cicilannya perhari, tidak perlu ada per minggu atau per bulan," ujarnya.
Lebih lanjut ia katakan telah memerintahkan walikota Jakarta Pusat untuk segera menangani seluruh permasalahan di Tanah Abang. Dengan begitu, semua target yang direncanakan dapat berjalan secara simultan.
[wid]