Kebanyakan mereka merasa kecewa dan marah kepada petugas yang menjaga rumah Jokowi lantaran ternyata orang nomor satu di DKI ini tidak mengadakan acara tersebut.
"Kita dapat pengumuman dari TV kalau Pak Jokowi mau buat acara disini. Dulu aja sebelum jadi Gubernur baik sama kita supaya dipilih," ujar salah satu warga yang ikut mengantri bernama Yuda, yang mengaku berasal dari warga Pademangan Barat, kepada wartawan (Jumat, 9/8).
Dari pantauan
Rakyat Merdeka Online kebanyakan massa yang mengerubungi rumah Jokowi mengaku berasal dari Bogor. Beberapa diantaranya bahkan tidak mau menyebutkan nama dan identitasnya. Tentu saja hal ini mengundang kecurigaan pihak kepolisian.
"Kita curiga ada yang menggerakkan ya. Tapi kita akan katakan bahwa tidak ada open house di rumah bapak gubernur. Kita yakin ini pasti ada yang menggerakkan," ujar Kompol Wakapolsek Menteng, M. Nababan.
Namun warga bersikeras untuk bertahan karena tetap berkeyakinan akan ada acara open house.
"Kita lihat di TV ada pengumuman ada open house disini. Orang-orang juga bilang ada. Makanya jangan sembarangan dong," ujar seorang pria sembari berteriak namun tidak mau menyebutkan nama dan identitasnya.
Akhirnya petugas keamanan rumah dinas Jokowi menemui massa dan menjelaskan bahwa tidak ada acara open house disana. Selain itu, petugas juga mengimbau agar warga tidak terprovokasi oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.
"Sekarang dibalik. Kalau sekarang bapak yang datangi warga. Nggak ada hal seperti itu. Kalau bapaknya ada ya kita akan bilang ada," ujar petugas tersebut.
Sementara dalam silahturrahminya ke beberapa tempat di Jakarta, Kamis (8/8), Jokowi mengungkapkan tidak ada open house di rumahnya karena ia yang akan turun ke masyarakat untuk meminta maaf pada warga Jakarta.
"Tidak ada open house di rumah saya, saya yang akan turun ke masyarakat untuk bersilahturrahmi dan maaf-maafan," tutur Jokowi.
[ian]
BACA JUGA: