Bila umumnya operasi yustisia dilakukan untuk mengendalikan jumlah pendatang gelap usai idul fitri, maka kali ini, Pemprov menggantinya dengan sistem baru yang disebut Bina Kependudukan. Sistem ini mempermudah pendataan masyarakat melalui penataan kampung kumuh.
"Kami akan perbaiki kawasan kumuh. Kalau tidak ada kawasan kumuh, maka orang yang datang dan tinggal di rumah saudaranya mudah untuk didata," ujar Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama di Balaikota, Jakarta (16/7).
Cara tersebut diklaim pria yang akrab disapa Ahok ini lebih ampuh. Bila operasi yustisia kerap mengerahkan Satpol PP untuk menangkap pendatang gelap, maka kali ini sistem tersebut tidak akan digunakan lagi.
"Kami tidak mau seperti Tom dan Jerry kejar-kejaran. Pak Gubernur tidak mau tangkap-tangkapan lagi. Jadi, operasi yustisia akan diganti," jelas Ahok
.[wid]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BACA JUGA: