Menanggapi hal itu, Wakil Gubernur Jakarta, Basuki T Purnama (Ahok) mengatakan bahwa Pemprov telah berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk menindak tegas aksi premanisme.
"Jaminan dari polisi tidak ada premanisme di DKI," ujar Ahok kepada wartawan di Balaikota, Jakarta, Rabu (10/7).
Ia juga menjamin tidak ada centeng di wilayah tersebut.
"Centeng mau lawan anak sekolah? Kan untuk kepentingan anak sekolah juga," kata Ahok.
Untuk diketahui, sengketa lahan SMPN 289 ini bermula dari klaim Gubar selaku Ketua RW 05 Cilincing yang meminta ganti rugi hingga miliaran rupiah atas lahan itu. Gubar mengklaim telah menggarap tanah seluas 2,8 hektar itu sejak 1987. Saat sekolah itu mulai dibangun pada 2009, Gubar mengaku sudah mengingatkan Dinas Pendidikan DKI Jakarta untuk segera memberi ganti rugi atas lahan tersebut. Kemarin (Selasa, 9/7), akhirnya bersedia membuka akses masuk ke jalan SMPN 289 setelah sekian lama ditutup
.[wid]
BACA JUGA: