Hal itu dikatakannya usai menyaksikan Price dipukul KO di ronde kelima dalam duel ulang lawan veteran kelas berat, Tony Thompson, di Echo Arena, Liverpool, akhir pekan lalu.
Promotor asal Inggris itu merasa Price saat ini harus menargetkan pertarungan dengan level lebih rendah.
Sebab, dia sudah mengalami dua kekalahan beruntun dari petinju Amerika Serikat yang telah berusia 41 tahun itu.
“Kami sudah terlempar dari ‘Liga Premier’ (level tinju tertinggi) dan perlu menargetkan duel di tingkat domestik dan Eropa. Kami terkejut, dan harus duduk bersama membicarakan rencana selanjutnya. Jika David ingin terus, saya akan tetap setia. Jika dia tidak, mungkin itulah waktu pensiunnya,†tegas Maloney di
BoxNation, kemarin.
Sejak melangkah ke dunia profesional Maret 2009 lalu, Price yang menyumbang perunggu di Olimpiade Beijing 2008, tidak pernah kalah dalam 15 duel awalnya. Hingga akhirnya, Thompson mengakhiri kegemilangan Price Februari lalu.
Sementara itu, Price optimis, dia tidak akan turun kelas apalagi pensiun. Menanggapi kekalahannya dia berdalih hanya perlu waktu untuk rehat, sebelum memutuskan bagaimana masa depannya.
“Saya hanya mencoba menerima apa yang baru saja terjadi lagi. Sungguh, saya harus melihat ke belakang dan kedepan terhadapa kemungkinan apa pun,†katanya. [Harian Rakyat Merdeka]
BERITA TERKAIT: