Dia mencibir Howard karena tak mampu mengatasi tekanan besar di LA Lakers. O’Neal yang sempat menghabiskan delapan tahun bersama Lakers dan meraih tiga titel juara NBA menilai Howard tak mampu mengatasi tekanan besar di Lakers.
Dia pun melihat langkah yang diambil Howard, tak lain ‘bermain aman’. “Langkah Howard itu sudah diduga. Kami semua pernah berkarier di LA dan tidak banyak orang yang bisa mengatasi sorotan besar. Semua orang ingin bisa melakukannya tapi di sana akan ada tekanan besar. Aku pikir itu adalah langkah aman bagi Howard untuk pindah ke kota kecil seperti Houston. Iya benar begitu, kota kecil,†ujarnya di
ESPN.Sekadar catatan, kontrak Howard dengan Los Angeles Lakers habis akhir musim lalu, membuatnya berstatus
free agent. Walhasil, ia pun langsung didekati sejumlah klub seperti Rockets, Dallas Mavericks, Atlanta Hawks, dan Golden State Warriors.
Dengan bergabung ke Rockets, Howard disebut menghadapi kemungkinan penurunan pendapatan. Namun, pemain yang musim lalu mencetak rata-rata 17,1 poin dan 12,4 rebounds per laga di musim reguler itu sudah bulat memilih.
“Saya telah memutuskan untuk bergabung dengan Houston Rockets. Saya rasa inilah tempat terbaik bagi saya dan saya sangat bersemangat untuk bergabung dengan Rockets. Saya mengharapkan sebuah musim yang hebat. Saya ingin berterimakasih kepada para penggemar di Los Angeles dan saya doakan mereka yang terbaik,†imbuh pemain berjuluk ‘Superman’ tersebut di
Reuters. Howard diangkut ke Lakers pada 2012 setelah delapan tahun membela Orlando Magic. Namun demikian kariernya di Los Angeles tidak terlalu bagus. Pada musim reguler lalu, center berusia 27 tahun ini gagal tampil impresif dengan rata-rata 17,1 poin per game dan 12,4 poin per game.
Catatan ini jelas tidak cukup untuk pebasket bintang sekelas Howard.Puncaknya adalah ketika Lakers langsung tersingkir di babak pertama playoff di tangan runner-up San Antonio Spurs dengan skor 0-4 alias tanpa perlawanan. [Harian Rakyat Merdeka]
BERITA TERKAIT: