“Setelah melakukan proses internal yang mencakup pembicaraan dengan Lionel dan perwakilannya, kami memutuskan Grizzlies akan bergerak ke arah yang berbeda,†ujar CEO Grizzlies Jason Levien dikutip US Today, kemarin.
Sekadar informasi, Hollins telah membesut Grizzlies selama tujuh musim terakhir. Dia menjabat sebagai pelatih interim selama 60 laga antara 1999 dan 2000 saat klub itu masih bermarkas di Vancouver. Dia juga pernah menukangi klub itu selama empat laga pada musim 2004-05 di Memphis.
Hollins menjadi pelatih kepala Grizzlies sejak musim 2008-09. Dia memiliki rekor menang kalah 214-201 dan membukukan rekor menang-kalah terbaik 56-26 pada musim lalu.
Spekulasi mengenai posisi Hollins di Grizzlies menjadi tanda tanya setelah Grizzlies disapu San Antonio Spurs di final Wilayah Barat. Padahal, Hollins sukses membawa Grizzlies menduduki peringkat kedua Divisi Southwest di belakang Spurs di musim regular tahun ini.
Bahkan, Grizzlies sempat tampil mengejutkan dengan mengalahkan Los Angeles Clippers dalam enam laga dan menyingkirkan unggulan teratas Oklahoma City di lima laga untuk mencapai final wilayah.
Sementara itu, Detroit Pistons justru baru mengontrak Maurice Cheeks sebagai pelatih kepala mereka. Cheeks memiliki rekor menang-kalah 284-286 di musim reguler dan 5-11 di babak playoff bersama Portland Trail Blazers dan Philadelphia 76ers.
Pistons memecat pelatih kepala Lawrence Frank pada April, sehari setelah klub itu mengakhiri musim reguler dengan rekor menang-kalah 29-53. Frank membukukan rekor menang-kalah 54-94 selama dua musim bersama Pistons.
Cheeks menjadi pelatih keempat Pistons dalam enam musim terakhir setelah Frank, John Kuester, dan Michael Curry. Pistons berharap Cheeks bisa mengakhiri puasa playoff yang dialami klub NBA itu selama empat musim. [ Harian Rakyat Merdeka ]
BERITA TERKAIT: