Pasangan ganda campuran asal Denmark, Mads Pieler Kolding/Kamilla Rytter Juhl harus bertekuk lutut setelah melalui duel panjang melawan duet maut ganda campuran Indonesia, Tontowi Ahmad/Lilyana Natsir dengan skor 22-20, 15-21, 17-21.
Sempat kalah di game pertama, pasangan yang biasa dipanggil Owi/Butet ini mampu menyamakan keadaan di game kedua. Pada game ketiga, laga berlangsung panas, penonton dibuat tegang menahan nafas, menjerit histeris.
Meski di game ini tontowi sempat melakukan beberapa kesalahan, namun dia melesatkan smash-smash keras nan cantik yang tak mampu dibendung lawannya.
“Game pertama masih meraba lapangan dan arah angin kurang stabil, jadi harus disesuaikan di penampilan perdana. Namun kami dapat mengantisipasi sehingga kembali fokus dan bangkit di game berikutnya,†tutur Lilyana kepada wartawan di Interview Room Istora Senayan, Jakarta.
Kira-kira tim mana yang paling ditakuti? Melawan teman satu negara, jawab Butet. Sebab, belum pernah bertemu dalam pertandingan resmi meski sering latihan bersama.
“Melawan Frans dan shendy akan menjadi laga yang seru dan berjalan alot. Karena sudah sama-sama tahu skill masing-masing, jadi faktor mental dan keberanian di lapangan yang menjadi faktor penentu di lapangan.â€
Di laga sebelumnya, ganda campuran asal Jerman, Michael Fuchs/Brigit Michels mengalami nasib serupa pasangan asal Denmark. Fuchs/Michel harus mengakui kehebatan tim Indonesia, usai dilibas pasangan Frans Kurniawan/Shendy Puspa Irawati, dengan raihan skor 24-22, 16-21 dan 11-21.
Dengan demikian, besar kemungkinan di babak kedua mereka akan bertemu rekan senegaranya, yakni pasangan ganda campuran Tontowi/Lilyana.
Meski begitu, Shendy mengaku tidak gentar. Menurutnya, siapapun yang menjadi lawan yang terpenting adalah memberikan yang terbaik dan memenangkan pertandingan.
“Tidak masalah siapapun yang menjadi lawan, yang terpenting adalah berikan yang terbaik dan menangkan pertandingan.â€
Di laga lainnya, ganda campuran Muhammad Rijal/Debby Susanto sukses menyusul rekan-rekannya. Rizal/Debby yang berlaga melawan pasangan Jepang, Takeshi Kamura/Koharu Yonemoto menang dua set langsung 22-20, dan 21-15 dalam pertarungan selama 33 menit.
Selanjutnya, Rijal/Debbya akan bersua dengan pasangan Inggris, Chris Langride/Heather Olver. Mereka lolos ke babak kedua setelah mengalahkan pasangan Denmark, Andres Kristiansen/Julia Houmann, 21-19, 14-21, 23-21.
Sementara itu, di tunggal putri, kesuksesan Hera Desi yang melangkah selanjutnya tidak diikuti juniornya, Hana Ramadhini. Hana yang berusia 18 tahun itu harus takluk di tangan tunggal putri Korea Selatan, Yeon Ju Bae dua set langsung 21-18 21-10. [ Harian Rakyat Merdeka ]
BERITA TERKAIT: