Usai berduel, Matthyse merasa bangga dengan apa yang mampu dia capai pada laga itu. Bahkan dengan yakinnya dia mengatakan dirinya adalah yang terbaik, karena Matthysse menganggap dirinya satu-satunya petinju yang mampu mendominasi Patterson.
“Saya tahu sekarang, saya adalah yang terbaik di kelas 64kg karena tidak pernah ada yang mendominasi Peterson seperti yang saya lakukan hari ini,†kata Matthysse di Supersport
Sebenarnya, tanda-tanda kemenangan Matthysse tercium sejak awal ronde kedua. Pasalnya, juara kelas welter IBF itu sudah kewalahan menghadapi pukulan-pukulan Matthysse dan sempat terjatuh. Akhirnya pada ronde ketiga, wasit Steve Smoger menghentikan pertarungan tersebut dan menghadiahkan kemenangan bagi Matthysse.
Sekedar informasi, hasil kemenangan KO atas Peterson menambah rekor Matthysse menjadi 32 KO dalam 36 pertarungan. Kendati demikian, pertandingan tersebut bukan duel memperebutkan gelar, sehingga Peterson tetap bertengger sebagai juara kelas welter IBF.
Sementara itu, petinju berkebangsaan Inggris, Amir Khan berniat menantang petinju asal Argentina Lucas Matthysse. Tantangan tersebut, keluar dari mulut Khan usai dirinya menyaksikan Matthysse memukul KO Lamont Peterson pada ronde ketiga.
“Saya sangat ingin melawan Matthysse. Gaya bertarung saya sesuai dengan Matthysse dan saya akan cocok bertarung dengannya,†ujarnya di Skysports kemarin.
Kendati demikian, Khan harus bersabar jika ingin melawan Matthysse, Khan harus menunggu calon lawannya itu, bertanding melawan Danny Garcia pada 7 September 2013 mendatang.
Sekadar informasi, Khan adalah petinju di kelas 64kg, hingga kini belum menunjukan tanda-tanda Khan akan melajur ke kelas 67kg. Menurutnya, kelas 64kg paling menarik ketimbang kelas-kelas lainnya.
“Itu yang membuat saya bertahan di kelas ini. Saya telah mengatakan akan naik kelas tapi saya belum melakukannya. Saya masih ingin bertanding dengan petinju lainnya di kelas 64kg,†tutup Khan. [Harian Rakyat Merdeka]
BERITA TERKAIT: