Kejar-Kejaran Demi Top Four

Manchester United vs Chelsea

Minggu, 05 Mei 2013, 08:36 WIB
Kejar-Kejaran Demi Top Four
John Tery
Kecil Besar
rmol news logo Setelah berhasil melaju ke babak final Liga Europa mengalahkan FC Basel, Chelsea kini harus menghadapi laga sulit di Liga Premier Inggris. “Top Four” sekaligus mengamankan tiket ke Liga Champions, musim depan menjadi target The Blues saat menantang tuan rumah Manchester United di Stadion Old Trafford, malam nanti WIB.
HUT RMOL news

Chelsea mengum­pulkan 65 poin dari total 34 ga­me hanya unggul tipis dari dua tim di bawahnya. Arsenal de­ngan 64 poin dari 35 game, ke­mudian Tottenham Hotspur yang meno­rehkan 62 poin dari 34 game.

“Ini adalah satu dari tiga laga ter­sulit yang mesti kami jalani saat kompetisi tinggal menyisa­kan empat laga,” kata Kapten Chel­sea John Tery dilansir Lon­don Evening Standard, kemarin.

Dia berpendapat, timnya saat ini memang terlihat nyaman du­­duk di atas Arsenal dan Tot­ten­­ham. Tapi sesungguhnya ti­dak,  se­bab, masih ada beberapa laga su­lit yang harus dijalani.

Seperti diketahui, setelah ber­­ha­dapan dengan MU, Chel­sea akan menjamu Spurs 9 Mei men­datang. Setelah itu, asuhan Ra­fael Benitez akan berhada­pan de­ngan Aston Villa pada 11 Mei 2013 dan di pekan terakhir Liga Primer musim ini, The Blues akan menjamu Everton.

“Mudah-mudahan kami bisa me­lakukannya (menjaga mo­men­tum kemenangan di setiap laga). Laga melawan MU akan su­lit dan Spurs akan sangat pen­­ting. Kami tahu, masih ada  be­be­rapa laga sulit. Tapi kami ya­kin, dengan kualitas di tim saat ini bisa menuntaskan perju­a­ng­an musim ini dengan baik.”

Tery yakin, pelatih Benitez ti­dak akan menyia-nyiakan ke­sem­patan ini untuk menunjuk­kan kepiawaiannya dalam me­ra­cik strategi terbaiknya demi me­raih kemenangan.

“Harus diakui, Benitez adalah pelatih yang hebat. Saat ini, ke­pia­waiannya sedang diuji. Be­gitu juga kami yang merindukan bisa membawa pulang trophy, meski yang tersisa tinggal Liga Europa.”

Sedankan Benitez menegas­kan, untuk bisa melewati se­mua tantangan di penghujung mu­sim ini, diperlukan duku­ng­an semua orang yang terlibat de­ngan pres­tasi Chelsea. Baik itu staff, pe­milik klub hingga fans.

“Selalu ada kesempatan buat kami meraih trophy dan me­mas­­tikan tiket ke Liga Cham­pi­on. Kun­cinya adalah kerja mak­si­mal. Di sini peran se­orang pela­tih sangat penting. Tapi itu ter­gan­tung pada orang yang men­dukung di belakangnya.”

Sedangkan bagi MU, laga der­­by ini bukan dalam rangka mem­­perebutkan tiga angka un­tuk men­jadi trophy juara. Me­lainkan per­taruhan gengsi sete­lah didepak Chelsea di babak seperempat­fi­nal Liga Europa, April lalu.

Pelatih MU, Sir Alex Fergu­son ber­harap, Paul Scholes bisa kem­bali ke skuad untuk perta­ma kali­nya sejak cidera meng­alami ci­de­ra lutut Januari lalu ketika MU berhadapan dengan Chelsea. Se­lain itu, laga nanti bakal menjadi laga terakhir Scho­les yang ren­ca­nanya akan gantung sepatu mu­lai akhir mu­sim ini. “Saya sebenarnya be­lum bisa memastikan hal itu, ta­pi saya ber­usaha menyiapkan di­rinya untuk penampilan per­pi­sahan,” ujarnya.

Menurutnya, peran pemain ber­usia 38 tahun di lapangan sa­ngat berguna untuk memba­las­kan dendam atas kekalahan MU dari Chelsea. Kemenangan di laga per­pisahaan ini tentu akan mem­beri kesan tersendiri bagi­nya.

“Kami siap turun dengan ke­kuatan penuh. Danny Welbeck ti­dak akan lagi memakai ban kap­ten, karena Nemanja Vidic telah pulih dari cidera betisnya. Tim ini juga akan makin solid de­ngan sekembalinya Ashley Cole, yang baru saja selesai men­­­jalani sanksi. Kini kami siap menjegal langkah Chelsea men­dapatkan tiket Liga Cham­pions musim depan.” [Harian Rakyat Merdeka]
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA