Kadisdik DKI: UN 2013 Gagal, No Body Perfect

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/'></a>
LAPORAN:
  • Jumat, 03 Mei 2013, 10:50 WIB
Kadisdik DKI: UN 2013 Gagal, <i>No Body Perfect</i>
TAUFIK YUDI MULYANTO/IST
rmol news logo Pendidikan di Jakarta bisa dibilang sudah mengalami perkembangan dan kemajuan. Hal ini terbukti dengan dibukanya akses pendidikan secara gratis untuk masyarakat kurang mampu melalui program Kartu Jakarta Pintar.

Begitu dikatakan Kepala Dinas Pendidikan Taufik Yudi Muyanto kepada Rakyat Merdeka Online.

"Dengan dibukanya akses, semua orang bisa mendapat kesempatan dalam menikmati pendidikan," terangnya.

Seperti diketahui pula, lanjut Taufik, wajib belajar hanya sebatas sembilan tahun. Namun di bulan Mei 2012, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI mencanangkan wajib belajar 12 tahun.

Perhatian pemprov tidak hanya mencakup pada sekolah-sekolah negeri melainkan juga terhadap sekolah swasta yang ada di Jakarta. Kendati di sisi lain, Taufik mengakui manajemen sekolah pun harus mampu berkembang terutama dari segi transparansi dan kompetisi. Hal ini dikarenakan lembaga sekolah merupakan perpanjangan tangan pemerintah.

Terkait kekurangan yang terjadi pada pelaksanaan ujian nasional tahun 2013 ini, menurut Taufik, selayaknya itu menjadi masukan dalam memberikan konstribusi perkembangan pendidikan. Namun setidaknya dalam pandangan dia, ada poin positif pada pelaksanaan UN tahun ini.

Salah satunya menyangkut perubahan jenis soal yang berbeda dari tahun kemarin. Naskah soal tahun ini lebih variatif sehingga membuat peserta didik tidak terpengaruh terhadap bocoran. Selain itu pula kemampuan masing-masing peserta didik bisa dilihat.

"Harus diakui ada kemajuan-kemajuan, bahkan harus diapresiasikan. Kegagalan, no body perfect lah, siapa tahu dua tahun ke depan lebih gagal. Paling tidak  keberhasilan ini harus dijaga," demikian Taufik.[wid]


Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA