“Kami sudah mempelajari permainan mereka dengan menonton video pertandingan. Permainan mereka sudah tertebak. Mau main apa pun kami sudah siap. Semua pengembalian mereka sudah kami tunggu. Saat ketinggalan jauh, mereka terus di bawah tekanan. Jadi susah mau mengejar,†beber Butet, sapaan Liliyana, usai laga, dilansir situs resmi PBSI, kemarin.
Tak seperti perjumpaan sebelumnya di babak perempat final All England 2013 yang berlangsung sengit, laga yang berlangsung di Siri Fort Indoor Stadium, New Delhi ini justru sebaliknya. Pasangan Polandia ini seperti tak berkutik.
“Bedanya dengan di All England kemarin, mungkin pressure di sana lebih besar, karena kami juara bertahan. Di India Open ini kami juga juara bertahan, tapi All England levelnya lebih tinggi,†tambah Butet.
Senada dengan rekannya, menurut Owi pukulan-pukulan Metusiak/Zieba terlalu monoton. Dia dan Butet sudah bisa membaca pengembalian peringkat 10 dunia itu. “Mereka tidak mau angkat bola, karena menghindari smash saya. Banyak pukulan-pukulan mereka yang dipaksakan.â€
Sayangnya, langkah Owi/Butet tidak diikuti tunggal putri Aprilia Yuswandari.
Dia dipaksa menyerah dua set langsung 21-18, 21-18 saat berlaga melawan unggulan kedua asal Jerman, Juliane Schenk. Dengan demikian, di tunggal putri, Tim Garuda tidak memiliki wakil lagi di turnamen ini. [Harian Rakyat Merdeka]
BERITA TERKAIT: