Betapa tidak, kondisi bangunan yang berdiri di atas lahan seluas 2.400 meter persegi itu sudah sangat memprihatinkan.
Menurut pejabat tata usaha MTsN 19, Amiruddin, bangunan yang dibangun pada 1995 tersebut rawan roboh karena lahannya bertanah lembek akibat bekas rawa. Selain itu, di berbagai tempat banyak dijumpai retakan pada tiang bentangan, sehingga untuk menjaga keselamatan siswa agar tak tertimpa bangunan dibuatkan tiang penyangga besi.
Nasaruddin pun meminta agar pihak madrasah bersangkutan melapor kepada Dinas Pendidikan di Jakarta.
"Segera perbaiki dan terlebih dahulu harus melakukan pengecekan terhadap pondasinya," katanya saat meninjau pelaksanaan UN dari luar kelas MtsN 19, di kawasan Pondok Labu, Jaksel, Senin (22/4) pagi.
[ant/wid]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BACA JUGA: