Begitu dikatakan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama kepada wartawan di Balaikota, Jakarta Pusat, Jumat (19/4).
"Gorong-gorong kita itu parah banget. Hampir semua selokan itu tidak pernah dibersihkan selama 15 tahun lebih," ujar Basuki.
Faktor lain yang membuat air tergenang lama lantaran gorong-gorong juga digunakan sebagai tempat untuk kabel-kabel listrik pertokoan di sepanjang jalan.
"Kabel-kabel segede gaban melintang di gorong-gorong kita. Nggak ada sampah aja sudah mampet, ini ditambah kabel lagi. Kalau digunting mati semua aliran listrik mereka," cetusnya.
Namun problema itu semua, menurut dia, tak terlepas dari kinerja Dinas Pekerjaan Umum. Basuki mencium aroma korupsi dalam pengerjaan proyek gorong-gorong ini.
"Setiap suku dinas (Sudin) bayar gaji pekerja yang bersihin gorong-gorong sebesar Rp 400-an juta untuk 200 pekerja. Tapi saya nggak pernah tahu dan kenal orangnya. Bisa jadi ini siluman semua kan," sindir pria yang akrab disapa Ahok itu.
Ia pun menegaskan, dirinya tidak akan segan-segan mengganti kepala dinas PU bila tidak mampu mencapai target.
[wid]
BACA JUGA: