Mengantisipasi kejadian di Boston, Wakil Presiden Public & Media Relations, Julie Loignon mengatakan, sejauh ini pihaknya terus menjalin komunikasi dengan pihak kepolisian setempat.
Rencananya, setiap pengunjung sebelum memasuki arena balap MotoGP diminta untuk menjalani proses pemeriksaan keamanan. Menurut Julie, tindakan tersebut sangatlah normal menyusul terjadinya insiden besar.
“Kami telah berhubungan dengan penegak hukum setempat menyusul peristiwa mengerikan di Boston, kemarin. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa selama balapan berlangsung berjalan aman,†katanya dikutip
Crash, kemarin.
Teror yang memakan tiga korban jiwa dan ratusan luka-luka, terjadi di dekat garis finish Boston Marathon. Banyak di antara korban luka terpaksa menjalani amputasi.
Korban luka akibat dua buah bom yang meledak hanya berselang 13 detik itu termasuk 9 orang anak-anak yang berada di lokasi kejadian. [Harian Rakyat Merdeka]
BERITA TERKAIT: