Salah seorang warga Guntur, Ucok Silalahi mengatakan bahwa pihaknya akan bertahan sampai bisa bertemu orang nomor satu DKI tersebut.
"Kami akan tetap bertahan disini, penentuan nasib kita disini. Kita tunggu terus," ujarnya yang ditemui di depan pagar kediaman dinas Jokowi di Jalan Taman Suropati nomor 7, Menteng, Jakarta, Minggu (14/4).
Pantauan Rakyat Merdeka Online di lokasi, para warga tidak terlihat membawa payung atau alat lain yang dipakai berteduh. Beberapa warga bahkan mengaku belum sempat makan.
"Ini dia yang jadi beban pikiran kita. Tapi akan tetap disini sampai ketemu pak Jokowi sebagai ayah kita," jelas pria yang berprofesi sebagai buruh serabutan ini.
Ia dan juga warga Guntur lainnya yang menjadi korban gusuran tanah KPK hanya ingin meminta pertolongan langsung ke Jokowi agar segera direlokasi ke tempat lebih layak. Sebab, semenjak digusur lima hari lalu, mereka pun terpaksa menempati kantor Karang Taruna Kelurahan Guntur yang begitu sesak karena dihuni oleh sekitar 150-an orang.
"Kita disini hanya minta kepastian saja. Belum lagi pekerjaan kita yang sudah nggak tentu dan anak-anak kita yang sekolahnya terbengkalai," ujarnya lagi.
[wid]