“Saya tak pernah besar keÂpala. Saya tidak menganggap diri saya sendiri sebagai peÂmain terbaik dunia, bukan juga yang terburuk. Saya adalah diri saya sendiri,†kata pria yang akÂrab di sapa Super Mario, di
Soccernet.
Selama merumput bersama Manchester City, Balotelli haÂnya mampu menghasilkan satu gol di Liga Inggris dari 14 peÂnampilannya pada paruh perÂtama musim ini. Namun seteÂlah pindah ke Milan ketajaÂmanÂnya langsung kembali, deÂngan total telah melesakkan tuÂjuh gol dari enam pertandingan yang dijalani bersama
Rossoneri.Rangkaian hasil bagus serta pujian yang datang ke arahnya disebut Balotelli tak akan memÂbuatnya jadi besar kepala. BeÂkas pemain Inter Milan itu juga menyebut kalau dirinya kini suÂdah jauh lebih dewasa dibanÂding beberapa tahun lalu.
“Saya sudah berubah dalam beberapa waktu terakhir, hanya saja sebelumnya Anda tak bisa melihatnya. Saya sudah maÂtang, saya terus berkembang. SaÂya bukan lagi 17 tahun, dengÂan pengalaman yang ada,†tandas pemain berusia 23 tahun itu.
Penampilan bagus Balotelli di Milan juga dia bawa ke tim naÂsional. Memperkuat ItaÂlia daÂlam laga ujicoba deÂngan BraÂzil di akhir pekan kemarin, ‘SuÂper Mario’ bikin satu gol inÂdah yang menghindarkan timÂnya dari kekalahan.
Terkait penampilannya berÂsama tim nasional, Balotelli maÂÂlah mengaku kalau beberaÂpa pihak masih melontarkan kritik. Tak terkecuali ayahnya sendiri, saat dia membuang beÂberapa peluang di depang gaÂwang Brazil. “Saya berbicara deÂngan ayah saya setelah perÂtandingan deÂngan Brazil dan dia memberi taÂhu saya karena saÂya memÂbuÂang banyak peluÂang. Sekarang perÂtandingan beÂsar sudah meÂnungÂgu kami di Malta kami ingin melakuÂkanÂnya dengan baik karena perÂtandingan itu akan berarti besar dalam perÂjuaÂngan kami di Piala Dunia 2014,†ungÂkap Balotelli. [Harian Rakyat Merdeka]