
.Pertarungan Manny Pacquiao dan Floyd Mayweather di atas ring terancam batal. Gara-garanya dua kubu petinju itu masih berebut porsi fee yang lebih besar.
Hal itu dipicu reputasi PacquiÂao mulai menurun pasca ditumÂbangkan petinju asal Meksiko Juan Manuel M·rquez di laga seÂbelumnya pada tahun lalu. SeÂmenÂtara Mayweather, masih bisa memÂpertahankan rekor tak terÂkalahkannya saat ini.
Ricky Hatton, bekas petinju IngÂgris yang pernah merasakan kedahsyatan perlawanan Manny Pacquiao dan Floyd Mayweather Jr tak sabar menyaksikan mega laga dua petarung itu.
Menurutnya, mega laga dua petarung itu seharusnya bisa diÂlakukan tanpa mempermasalahÂkan bayaran. Asalkan bisa berseÂpakat, setidaknya mau berbagi 50-50 dari pendapatan pertaruÂngÂÂan, Pacquiao dan Mayweather mestinya bersedia naik ring demi reputasi dan nama baik. Selain itu pertarungan itu akan tercatat sebagai karier keemasan mereka.
“Anda masuk ke dunia tinju untuk membuktikan bahwa Anda yang terbaik di dunia. Jadi mereka harusnya bisa berpikir, ‘Mampukah saya mengalahkan Anda?,†kata Hatton kepada ESPN, kemarin.
Sebelumnya, Bob Arum, proÂmotor CEO Top Rank yang meÂmegang Pacquiao setuju untuk berbagi keuntungan 45 buat MayÂweather dan 45 buat PacÂquaio. Sedangkan sisanya untuk pemenang pertarungan.
“Jika Mayweahter memang percaya bisa mengalahkan PacÂquiao, pasti dia akan mengamÂbilÂnya. Tapi itu semua terganÂtung kepadanya.â€
Tapi, CEO Golden Boy ProÂmotions Richard Schaefer yang merupakan promotor MayweaÂther menolak pembagian keuntuÂngan itu.
“Saya rasa Mayweather sehaÂrusÂnya mendapatkan bayaran yang lebih besar. Kami berpikir harus mendapatkan pemasukan besar untuk pertarungan terakhir. Bila mendapatkan bayaÂran sama dengan PacÂquiao, maka anda harus lihat rasionya. SeandaiÂnya pendapatan dari taÂyangan sama, maka seÂharusnya mereka bagi rata 50-50.†[Harian Rakyat Merdeka]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: