Pelari yunior asal Grenada Kirani James sukses mengukir sejarah Olimpiade, setelah meraih medali emas nomor lari 400 meter putra. Pelari berusia 19 tahun ini menjadi penyumbang emas pertama bagi negaranya Granada.
Selain itu, James juga menjadi atlet non-Amerika Serikat pertaÂma yang memenangi nomor terÂsebut sejak 1980. James yang berstatus juara dunia sangat jauh meninggalkan para pesaing dan finis dengan catatan waktu terÂcepat 43,94 detik.
Medali perak diÂraih atlet Republik Dominika, LuÂguelin Santos, dan perunggu disabet wakil Trinidad dan ToÂbago, LaÂlonde Gordon. “Ini berÂarÂti amat baik bagi saya. Saya amat takÂjub,†kata James.
Catatan waktu yang diukir JaÂmes menjadi rekor nasional baru negara kepulauan Karibia terseÂbut. Dia juga menjadi atlet non-Amerika Serikat pertama yang berhasil meraih catatan waktu di bawah 44 detik untuk balapan satu putaran.
Terakhir kali atlet non-AmeÂrika Serikat memenangi nomor 400 meter adalah pelari Uni SoÂviet, Victor Markin, di OlimpiaÂde Moskow 1980. Soalnya, saat itu Amerika Serikat melakukan boikot, sehingga tidak ada atlet asal Negeri Paman Sam yang ikut bertanding.
James merupakan atlet termuÂda yang meraih emas kejuaraan dunia dengan mengalahkan juara bertahan Olimpiade, LaShawn Merritt, pada 2011. Merritt gagal tampil di final London 2012 kaÂrena cedera di babak pertama, pada Sabtu (4/8).
The Jaguar, julukan telah berÂprestasi sejak masih di level juÂnior. Ketika Usain Bolt yang maÂsih berusia 16 tahun berlari dengÂan catatan waktu 45,35 detik di nomor 400 meter, James mampu menguÂkir 45,24 detik di usia yang sama.
Rekor dunia nomor 400 meter masih dipegang oleh legenda lari Amerika Serikat, Michael JohnÂson, dengan catatan waktu 43,18 yang diukir pada 1999. Namun, dengan usia yang masih sangat muda, para pengamat percaya James punya potensi untuk meÂmaÂtahkan rekor tersebut.
Kemenangan James langsung disambut suka cita oleh masyaraÂkat Grenada. Mereka berkumpul dan memenuhi jalan di Kota GrenÂville di pantai bagian timur kota turis Grand Anse, serta Stadion Nasional di ibukota St. George.
Grenada, negara yang terletak di kawasan Karibia dan menganÂdalkan perekonomian dari kegiaÂtan pariwisata, hanya berpenduÂduk 100.000 jiwa.
“Kami semua berharap dia akan memenangi lomba,†kata saÂlah seorang saudara sepupu James, yang sedang berkumpul berÂsama seluruh anggota keluarÂga untuk merayakan sukses terÂsebut di perkampungan nelayan Gouyave, tempat James berasal.
“Tapi kami tidak berpikir bahÂwa hal itu hal sebagai sesuatu yang bisa terjadi mengingat keÂtatnya kompetisi,†katanya.
Hal sama juga disampaikan seorang wartawan lokal, Nicole Best. “Sebagian besar kami meÂmang yakin bahwa dia bisa berÂsaing, tapi bisa meraih emas saÂma sekali di luar dugaan kami,†kata Best. [Harian Rakyat Merdeka]
< SEBELUMNYA
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.