Selamat Idul Fitri
Selamat Idul Fitri Mudik

Taufik Ingin Ikut, Tapi Juaranya Buat Junior

Olimpiade London 2012

Rabu, 29 Februari 2012, 09:05 WIB
Taufik Ingin Ikut, Tapi Juaranya Buat Junior
Taufik Hidayat

RMOL. Tunggal putra veteran Indo­ne­sia Taufik Hidayat mengaku te­tap berhasrat ikut Olim­piade 2012 di London pada Juli, men­datang. Namun, peraih me­dali emas Olimpiade Athena 2004 ini tidak terlalu berharap men­jadi juara.

Hal itu diutarakan Taufik di sela-sela peluncuran ajang Milo School Competition 2012 di Ja­kar­ta, ke­marin. Menurutnya, saat menjadi juara Olimpiade dia dalam kon­disi puncak sebagai pemain. Saat itu dia berusia 23 tahun. Kini, kon­disinya berbeda dan banyak pe­main-pemain muda yang me­miliki kemampu­an hebat.

“Saya masih ingin dan Insya­Allah akan tampil. Tetapi kalau ingin menjadi juara, saya justru ber­harap pemain Indonesia lain­nya yang akan melakukan hal itu,” kata Taufik.

Ucapan bekas pemain Pelat­nas Cipayung ini memang seper­ti credo yang selalu diulangnya se­­tiap mendapat pertanyaan ka­pan akan pensiun sebagai pema­in. “Saya selalu katakan saya ingin pemain Indonesia lainnya juara bukan karena saya mundur, te­tapi setelah dia mengalahkan sa­ya,” kata Taufik  yang telah ber­usia 31 tahun ini.

Saat ini, Taufik menempati pe­ringkat 12 dunia versi BWF m­e­nga­takan akan berusaha untuk lo­los ke London. “Saya akan ikut be­be­rapa turnamen yang terpilih sebelum akhir masa seleksi paad akhir April mendatang,” kata Taufik.

Dalam peringkat BWF hanya taufik dan Simon Santoso (pe­ring­kat 11) yang berada di zona aman. Bagi Taufik, dia berprin­sip jangan sampai terlempar dari posisi 16 besar. “Saya ikut All Eng­land, Swiss Terbuka, setelah itu turnamen di Australia.  Tidak pen­ting sampai babak berapa saya mampu bertahan, yang pen­ting jangan sampai poin saya ter­gerus,” ungkap Taufik yang juga menjadi Duta MILO School Com­petition ini.

Setelah Olimpiade, Taufik me­ngatakan tetap akan mencurah­kan perhatiannya buat bulu tang­kis meski tidak berniat untuk mem­buka klub Bulutangkis.  Dia justru berharap lebih banyak lagi turnamen kompetitif seperti MILO School Competition atau pun Sirnas dijalankan. “Para pe­main seharusnya memanfaatkan event seperti itu. termasuk mere­ka yang sudah di pelatnas,” kata­nya lagi.

Pada kesempatan sama, Ketua Umum Persatuan Bulutangkis Se­luruh Indonesia (PB PBSI), Djo­ko Santoso berharap Indone­sia bisa mempertahankan tradisi medali emas di Olimpiade.

“Kami berharap Indonesia bi­sa kembali membawa medali emas di Olimpiade. Selain itu, para pemain juga sedang fokus un­tuk menghadapi Piala Thomas dan Uber di Wuhan, China. Saya juga berharap mereka bisa meraih target yaitu melaju ke babak fi­nal,” kata Djoko.  [Harian Rakyat Merdeka]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA