Bertarung di Washington Convention Center, Minggu (11/12) pagi WIB, Khan maupun PeÂterson memperlihatkan keÂmamÂÂpun fisik dan teknik yang prima. Keduanya terlibat dalam baku puÂkul yang tak berÂkesudahan hingÂga ronde ke-12 berakhir.
Sejak ronde pertama, baik Khan dan Peterson sama-sama tamÂpil menyerang. Khan namÂpak kesulitan membobol pertaÂhaÂnan petinju tuan rumah itu, seÂmentara sang penantang yang menÂdapat dukungan ribuan fans nya terus tampil menekan.
Sempat jatuh pada ronde perÂtama, Peterson mengejar Khan dengan pukulan-pukulan keras ke arah perut dan wajah. Ronde keÂtiga menjadi titik balik PeterÂson dengan terus melemparkan puÂkulan bertubi-tubi kerah laÂwanÂnya.
Bahkan, pada ronde kelima saat menghindari pukulan PeterÂson, Khan sempat terpeleset dan terjatuh. Namun, pukulan demi puÂkulan yang dilakukan oleh PeÂterson tetap membuat Khan koÂkoh berdiri.
Di ronde keenam, Khan kemÂbali bangkit dan mendominasi jalannya pertarungan. Sejumlah hook kiri dan kanan sempat meÂngenai Peterson dengan telak di wajah dan perutnya.
Untuk menghindari pukulan Peterson, Khan pada ronde-ronÂde selanjutnya banyak berlari-lari untuk menjauhi Peterson dan terlihat sesekali melemparkan pukulan.
Namun, di ronde-ronde akhir nilai Khan dipotong karena wasit Joe Cooper menilai petinju asal Inggris itu telah mendorong Peterson.
Saat ronde berakhir, dua juri memberi angka 113-112 untuk PeÂterson, sementara satu lagi memÂberi angka 114-111 untuk Khan. Hasilnya, petinju berdaÂrah Pakistan itu kehilangan dua gelarnya sekaligus, yakni Super WBA dan IBF kelas welter di kanÂdang Peterson.
Dengan hasil ini, rekor keÂmeÂnangan Khan tercoreng dengan catatan 26 kali menang dan dua kalah dengan 18 menang KO. SeÂmentara Peterson memiliki reÂkor berÂtarung 30 menang (15 meÂnang KO) satu kalah dan satu seri. [Harian Rakyat Merdeka]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: