Bona/Ahsan yang menempati unggulan ketujuh itu tampil agÂresif di set pertama. Sayang, di set kedua, mereka mulai meleÂmah, akhirnya pertandingan diÂtentukan melalui set penentuan. Di set penentuan, Bona/Ahsan berÂhasil memanfaatkan keleÂngaÂhan Mathias Boe/Carsten MoÂgenÂsen di angka-angka terakhir seÂhingga menyudahi pertandiÂngan 24-22.
Bagi Bona/Ahsan ini merupaÂkan kemenangan pertama mÂeÂreÂka dari empat kali pertemuannya dengan Mathias Boe/Carsten MoÂgensen. Di tiga pertemuan seÂbelumnya, Bona/Ahsan selalu mengalami kekahalan.
Bona menyatakan, pertaruÂngÂan kali ini lebih siap dari partai-partai sebelumnya. “Jika mau memÂbuka peluang untuk meÂnang, kami harus menekan meÂreka lebih dulu, jangan sampai kami masuk irama permainanÂnya mereka karena ini sangat berÂbahaya,†kata Bona.
“Kami akan bermain lepas karena memang lawan lebih diÂunggulkan. Hal yang perlu diÂwasÂpadai adalah permainan deÂpan dari Boe, yang sangat meÂnyulitkan,†tambahnya.
Di semifinal, Bona/Ahsan suÂdah ditunggu pasangan Korea SeÂlatan, Sung Hyun Ko/Yeong SeÂong Yoo yang berhasil mengÂalahkan pasaÂngan terbaik MalayÂsia, Kien Keat Koo/Boon Heng Tan.
Sementara itu, sebanyak 42 klub mengajukan mosi tidak perÂcaya terhadap kepemimpinan Yoyada Koritelu sebagai Ketua Umum Pengkot PBSI Jakarta UtaÂra. Bahkan klub-klub terseÂbut mengajukan untuk diadaÂkanÂnya segera Musyawarah Kota PBSI Jakarta Utara dalam waktu dekat ini.
Untuk itu, Sebanyak 37 klub di bawah lingkungan PBSI JaÂkarÂta Utara, Kamis (11/8) mengÂadakan pertemuan guna mengÂhimÂpun keresahan dari tindak-tanduk Ketum PBSI Jakarta UtaÂra yang otoriter dalam menjalanÂkan roda organisasi.
“Roda organisasi sudah tidak berjalan sebagaimana mestinya dimana banyak keputusan di daÂlam rapat diubah secara sepihak oleh ketua umum,†ungkap MudÂjiono Sri Kumolo, penanggung jawab klub Baja Tara.
[rm]