Demikian ditegaskan calon Ketua Umum PSSI Periode 2011-2015, Muhammad Tahir Mahmud kemarin di Jakarta keÂtika ditanya tentang proÂgram yang diusungnya sebaÂgai kandidat dan akan dilakÂsaÂnaÂkannya. Bekas Manajer PSM MaÂkassar ini dikenal sebagai pengusaha sukses yang gila boÂla. Pembinaan usia dini seÂcara komprehensif dan berkeÂsiÂnamÂbungan yang tidak sekeÂdar meÂnarik di atas kertas.
Menjadi Ketua Umum orgaÂnisasi olahraga seperti sepak boÂla haruslah bisa menghiÂdupi, bukannya agar dihidupi di situ dengan mengintip, menÂÂciptaÂkan atau main proyek-proyek yang akan masuk ke kantong sendiri atau kelompoknya.
“Saya memiliki aset pribaÂdi yang cukup untuk keluarga, dan jika nanti terpilih lalu daÂtang ke PSSI dengan mobil meÂwah jangan dianggap pÂaÂmer atau berasal dari obyekan di situâ€, tambah Tahir, pangÂgilan lelaki yang dilahirkan di Ujung Pandang, 27 Oktober 1959 ini.
Dalam nuansa menuju KongÂres yang tinggal hitungan hari di Solo, Tahir merasa sedikit aneh dengan sikap diam para kandidat yang mencapai puluÂhan orang yang tidak mau memÂperkenalkan pemikiranÂnya keÂpada masyarakat. Menurut dia rakyat berÂhak tahu siapa yang sosok yang akan menjadi Ketua Umum, WaÂÂkil Ketua Umum dan anggoÂta Komite Eksekutif (Exco) PSSI.
“Jangan seperti pepatah memÂÂbeli kucing dalam karung. TiÂdak jelas siapa orangnya, apaÂlagi reÂkam jejaknya di sepak bola. JaÂngan-jangan menonton perÂtanÂdingan sepak bola saja tak perÂnahâ€, kata Tahir.
[rm]
BERITA TERKAIT: