Taufik mengaku suÂdah terlalu lama membela ‘MeÂrah PuÂtih’ di ajang Piala SudirÂman seÂhingga sudah waktunya memÂberi kesempatan kepada juÂniorÂnya sebagai proses regenerasi.
“Saya menganggap saat ini seÂbagai momentum tepat unÂtuk memberikan kesempatan bagi atlet bulutangkis muda InÂdonesia dalam melanjutkan usaÂha mengÂharumkan nama bangsa di ajang internasioÂnal,†kata Taufik di Jakarta, kemarin.
Keputusan munÂdur dari tim Piala Sudirman, lanjut Taufik, diharapkan bisa menggerakan generasi muda untuk meÂmaÂjuÂkan bulutangkis di tanah air.
“Jika tidak saat ini, maka kaÂpan lagi hal tersebut dapat dimuÂlai?...Masa depan bulutangkis InÂdonesia berada di tangan atlet muÂda tersebut, dan sudah saatÂnya mereka berdiri dengan teÂgak, memandang ke depan dan mengÂgenggam momentum ini,†kata Taufik yang memperkuat tim Sudirman Indonesia sejak 1999 hingga 2007.
Selain itu, bekas pemain PeÂlatnas Cipayung itu juga meÂnyaÂtakan masih bisa bersedia membela Merah Putih di SEA Games atau Piala Thomas, asalÂkan PB PBSI sudah memproÂgramÂkan jauh-jauh hari.
“Untuk SEA Games atau Piala ThoÂmas, kalau saya masih dibuÂtuhÂkan, saya bersedia asalkan diberi tahu jauh-jauh hari supaya saya bisa membuat program. BiÂar saya juga punya target, mesÂti fokus, karena membela nama neÂgara lebih penting,†katanya.
Taufik berharap, untuk kejuaÂraÂan-kejuaraan besar yang memÂbawa nama negara, PB PBSI memÂbuat perencanaan jangka panÂÂjang, termasuk membuat noÂminasi atlet yang akan memperÂkuat tim, tidak seperti pada Piala Sudirman kali ini.
Dia mengaku baru diberitahu PB PBSI untuk memperÂkuat tim Piala Sudirman sekitar dua pekan menjelang keberangÂkatan yaitu Jumat 6 Mei 2011. KaÂrena mendadak, Taufik khaÂwatir peÂnampilannya buruk dan memÂpengaruhi pemain-pemain lain.
“Saya tidak ingin asal main. Saya tahu diri, saya yang sekaÂrang sudah tidak seperti dulu laÂgi. Hasil di All England dan India Super Series juga tidak bagus,†ungkapnya.
Pada kesempatan sama, Taufik juga menyayangkan tidak ikut-sertanya pelatih asal China Li Mao ke Piala Sudirman. “Dia (Li Mao, red) harus bisa buktikan, kaÂrena ini kejuaraan besar, sehaÂrusnya dia bisa memberi motivaÂsi bagi pemain,†katanya.
Rencananya, tim Piala SudirÂman akan bertolak menuju China mulai hari ini (Kamis, 19/5). Di turnamen yang digeÂlar Qingdao, China, 23-29 Mei 2011, IndoÂnesia menempati ungÂgulan ketiÂga di bawah tuan ruÂmah China dan Denmark.
Sementara itu, bekas pebuluÂtangkis nasional, Hastomo Arbi, menyayangkan mundurnya TauÂfik dari tim Piala Sudirman. FiÂgur Taufik masih sangat diperluÂkan karena statusnya masih yang terbaik di Indonesia di sektor tungÂgal putra.
“Sangat disayangkan mundurÂnya Taufik karena bagaimaÂnaÂpun dia (Taufik Hidayat)) masih diÂandalkan untuk membela IndoÂnesia pada berbagai event interÂnasional termasuk Piala SudirÂman,†kata Hastomo Arbi.
Keberadaan Taufik, menurut dia, diharapkan bisa memacu semangat pemain muda seperti Simon Santoso, Dionysius HaÂyom Rumbaka, dan lainnya. SeÂlain itu, Taufik masih disegani laÂwan-lawannya.
Ketika ditanya peluang IndoÂneÂsia tanpa Taufik, Hastomo ArÂbi menyatakan, peluangnya seÂmakin berat. “Kalau untuk juara kita sangat berat apalagi China masih mengandalkan pada Lin Dan dan Bao Chunlai,†katanya.
Kemudian, Malaysia yang satu grup dengan Indonesia baÂkal diÂperkuat pebulutangkis terÂbaik duÂnia, Lee Chong Wei, DenÂmark kemungkinan diperÂkuat Peter Hoeg Gade, dan lain sebagainya.
Indonesia yang diunggulkan di tempat ketiga masuk Grup B perebutan piala dunia bulu tangÂkis beregu campuran bersama dengan Malaysia dan Rusia.
Pada pertandingan pertama, Indonesia bertemu Rusia, MingÂgu (22/5), kemudian menghadaÂpi Malaysia, Rabu (25/5).
[RM]
BERITA TERKAIT: