Pelari berusia 24 tahun itu meÂninggal dunia setelah melompat dari balkon rumahnya di kawaÂsan Nyahururu, Kenya. BerdaÂsarÂkan laporan pihak kepolisian, insiden naas tersebut terjadi seÂtelah Wanjiru bertengkar dengan sang istri Triza Njeri.
“Fakta dari masalah ini adalah Wanjiru tewas karena bunuh diÂri,†ujar kepala polisi Eric KiraÂithe seperti dikutip Daily Mail.
Menurutnya, ketika kejadian tersebut, Wanjiru yang berada dalam pengaruh alkohol tengah bersama dengan seorang wanita lain dan dipergoki sang istri. Ini adalah salah satu dari sekian baÂnyak skandal yang pernah dialaÂmi pelari kelahiran 10 November 1986 itu.
Pada Desember lalu, Wanjiru terÂkena kasus hukum setelah meÂlukai penjaga keamanannya deÂngan senapan dan mengancam akan membunuh istrinya dan juÂga pembantunya. Tapi, dia memÂbantah semua tuduhan yang diÂalamatkan kepadanya, kemudian dilepas dengan uang jaminan.
Karier Wanjiru di dunia atletik cukup gemilang. Dia memulai debutnya di lomba lari marathon di Fukuoka Marathon 2007 deÂngan meraih juara pertama. SetaÂhÂun kemudian, meraih emas Olimpiade Beijing dengan cataÂtan waktu 2:06:10 memecahkan rekor sebelumnya yang dicetak Carlos Lopes (Portugal) pada 1984.
Prestasi tersebut sekaligus menÂjadikan dia sebagai pelari KeÂnya pertama yang meraih emas di ajang olahraga tingkat dunia tersebut.
Gelar juara kembali diperoleh Wanjiru pada 2009. Dia sukses memenangi London dan ChicaÂgo Marathon. Lalu, pelari yang akrab disapa Sammy ini berhasil mempertahankan gelarnya di Chicago.
Kabar meninggalnya Wanjiru mengundang rasa simpati dari rekan-rekan sesama pelari yang dituliskan dalam akun Twitter masing-masing.
“Pikiran saya berada dengan keluarganya dan seluruh rekan-rekannya dan kolega,†tulis dua kali juara Olimpiade dan legenda marathon asal Ethiopia, Haile Gebreselaisse. [RM]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: