Sebelum Nadal, Spanyol ungÂgul lebih dulu lewat tunggal perÂtama, yang diciptakan Fernando VerÂdasÂco setelah mengalahkan Xavier Malisse 6-4, 6-3, 6-1.
Seperti diketahui, tim MaÂtaÂdor, julukan Spanyol, sedang mengÂincar gelar juara Piala Davis setelah puasa gelar selama empat tahun. Kini, penyandang gelar tahun 2008 dan 2009 itu mulai bersemangat karena keÂhaÂdiÂran Nadal di turnamen terÂsebut.
Kemenangan Nadal di laga keÂmarin, diraih setelah meÂngaÂlahÂkan petenis Belgia yang meÂnemÂpati rangking 144 dunia, Rubens Bemelmans dengan skor 6-2, 6-4, dan 6-2. Kesuksesan tersebut, sebagai jawabah keseriusan NaÂdal untuk tampil all out memÂbela bendera negaranya.
Di laga tersebut, pemegang semÂbiÂlan gelar grand slam itu tamÂpil trangginas melayani riÂvalnya. Sejak set pertama, atlet terÂbaik 2010 itu langsung memÂperÂtontonkan aksi liarnya. Unggul 6-2 di set awal, Nadal semÂpat menÂdaÂpat perlawanan seÂngit di set kedua, namun maestro teÂnis SpaÂnyol itu berhasil meÂnutup set dengan kemenangan 6-4.
Sukses tersebut dipertahankan peÂtenis 24 tahun itu di set ketiga, seÂtelah dirinya kembali menang mudah 6-2.
“Saya bermain dengan sangat nyaÂman. Saya merasa saya mengendalikan laga tersebut,†ujar Nadal yang tampil di turÂnamen untuk pertama kalinya, setelah kalah dari David Ferer di perempatfinal Australia Terbuka 26 Januari lalu.
“Penting bagi saya untuk kemÂbali tampil dan segera meÂneÂmuÂkan irama permainan. Pasalnya, tiÂdak mudah untuk bermain kemÂbali pascacedera,†imbuhÂnya.
Sebelumnya, Nadal yang baru saja terbebas dari cedera paha yang di dapatnya di Australia TerÂbuka lalu, berjanji tampil ciaÂmik di Piala Davis saat Spanyol bertemu Belgia.
Sejak tiba di Belgia Selasa (1/3) lalu, Nadal langsung menÂjaÂlani latihan bersama rekan seÂneÂgaÂranya. Perban yang biasanya meÂlingkar di kaki Nadal pun sudah tak terlihat lagi.
Di laga lain, juara bertahan SerÂbia yang tidak diperkuat peÂtenis andalannya Novak DjoÂkovic secara mengejutkan diÂtaÂhan imbang 1-1 oleh tim India seÂbagai tim non unggulan.
Petenis India, Somdev DevÂvarÂman sukses menumbangkan Janko Tipsarevic 7-5, 7-5, 7-6 (3) seÂÂtelah sebelumnya Viktor TroiÂcÂki meraih kemenangan atas RoÂhan Bopanna 6-3, 6-3, 5-7, 3-6, 6-3.
Tipsarevic yang sempat ungÂgul 4-1 di set pertama dan 5-2 di set kedua kerap melakukan beÂberapa kali unforced errors yang menyebabkan Devvarman sukÂses membalikkan keadaan.
“Terlihat jelas bahwa TipÂsaÂreÂvic tidak berkonsentrasi penuh daÂlam laga tersebut,†keluh kapÂten tim Serbia, Bogdan ObraÂdoÂvic.
Selain Serbia, tim Amerika SeÂriÂkat juga gagal meraih keÂmeÂnangan dan harus puas berbagai poin setelah imbang atas Cile. Kemenangan AS diberikan Andy Roddick yang mengalahkan Nicolas Massu 6-2, 4-6, 6-3, 6-4. Sayang, petenis AS lainnya, John Isner dipaksa menyerah dalam pertandingan maraton selama lima set oleh Paul CapÂdeville 6-7 (5), 6-7 (2), 7-6 (3), 7-6 (5), 6-4.
Sementara itu, runner-up muÂsim lalu, Prancis menguasai perÂmainan setelah memimpin 2-0 atas Austria. Jeremy Chardy memÂbuktikan kondisinya prima ketika mencetak angka 7-5, 6-4, 7-5 atas Jurgen Melzer. DiÂlanÂjutÂkan, Gilles Simon mengalahkan SteÂfan Koubek 6-0, 6-2, 6-3.
“Saya harus menghentikan permainannya. Dan saya meÂmainÂkan permainan terbaik saya seÂlama hidup ini,†kata Chardy. [RM]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: