Dari hasil tes di Sirkuit SeÂpang, Malaysia dua pekan lalu, The Doctor mengungkapkan, ada dua hal mendasar yang harus diÂbenahi para mekanik Ducati, yaitu permasalahan pada susÂpensi dan distribusi berat saat peÂngereman.
“Agar tampil kompetitif, kami haÂrus mengubah cara motor ini melewati tikungan. Kami juga harus kerja keras membenahi sekÂtor pengereman. Saat mengeÂrem rasanya enak, tetapi perÂsoalÂannya adalah ketika melepas rem dan mulai melaju lagi, motor leÂbih melebar,†ungkap jura dunia MotoGP tujuh kali itu.
The Doctor berharap agar tungÂgangannya nyaman dan seÂsuai dengan gaya balapnya seÂperti yang dirasakannya saat mengÂgeber Yamaha YZR M1 tungÂgangan lamanya.
Namun, bukan berarti Rossi ingin menÂjiplak motor yang mambawanya pada empat gelar juara dunia itu.
“Jika berpikir bisa meÂnjiplak Yamaha, maka kami suÂdah keÂhilangan dari awal karena meÂreka memiliki dua motor yang sangat berbeda dalam filoÂsofi untuk membangun, begitu juga dengan karakteristiknya. Kami harus memanfaatkan asÂpek poÂsitif Ducati dan berusaha meÂmiÂnimalisasi poin-poin neÂgaÂtif, serta selalu berpikir bahwa moÂtor ini tidak seperti buatan JeÂpang,†tegas pebalap Italia itu.
Menurut Rossi, Ducati harus dikontrol seperti mengendarai motor 500 cc, karena GP11 berÂlawanan dengan Yamaha. KaÂreÂna itu, dirinya harus mengubah gaya balapnya agar bisa menyatu dengan GP11.
“Kami tahu cara untuk meÂngatasi masalah dan, menurut saya, kami tidak berada di level yang salah, terutama sejak baÂhuku belum prima. Namun kami optimistis untuk tes-tes beriÂkutÂnya,†ujarnya.
Pada sesi tes pramusim di SeÂpang awal bulan lalu, Rossi dan tim Ducati tampil kurang meÂngeÂsankan. Mereka kalah bersaing dengan dua rival beratnya, HonÂda dan Yamaha. Rossi hanya mampu berada di peringkat 11, seÂdangkan posisi tiga besar diÂhuni Honda, dengan Marco SiÂmoncelli (Gresini Honda) di poÂsisi pertama, disusul duo Repsol Honda, Casey Stoner dan Dani PedÂrosa.
[RM]
BERITA TERKAIT: