Duel satu jam 22 menit terÂsebut berjalan cukup keras lewat peÂrang servis keras yag diÂlanÂcarkan kedua petenis. Tsonga menÂcetak 20 kali servis aces, seÂdangkan Soderling 12. Tapi, konÂsistensi permainan yang diÂtunjukkan petenis nomor empat duÂnia itu membuat Tsonga keÂwalahan.
Keberhasilan Soderling memÂpertahankan gelar di World Indor Tournament itu membuat dia menÂjadi orang keempat yang meÂlakukannya setelah Arthur Ashe, Stefan Edberg, dan NiÂcolas Escude.
“Saya sejujurnya tidak tahu baÂÂgaimana mengalahkan TsoÂnga. Soderling di acara pengÂhorÂmatan pemenang, kita berdua mesÂtinya sama-sama bisa meÂmeÂnangi final,†katanya.
Dengan kemenangan tersebut, SoÂderling yang merupakan peÂtenis peringkat empat dunia dan unggulan pertama turnamen terÂsebut berhasil memperpanjang reÂkor kemenangannya atas TsoÂnga menjadi 4-0, meski sempat keÂhilangan satu set dalam rangÂkaian kemenangan tersebut.
Kekalahan tersebut juga memÂbuat Tsonga gagal meraih gelar keÂenam sepanjang karirnya. TerÂakhir kali dia merebut gelar adaÂlah pada Oktober 2009 di Tokyo, tempat sebelumnya terakhir kali mencapai final.
“Saya bermain bagus di turnamen ini. Namun, SoÂderling bermain sangat bagus. Saya ucapkan selamat,†ungkap peÂtenis asal Prancis tersebut.
Sementara itu, kejutan terjadi di final Paris Open, petenis peÂringÂkat satu dunia, Kim Clijsters berÂhasil disungkurkan petenis peringkat 14 dunia Petra Kvitova 4-6, 3-6. Namun, kekalahan terÂsebut tak mempengaruhi preÂdiÂkat Aussie Kim sebagai ratu tenis dunia.
Petenis asal Belgia itu tetap menempati posisi teratas daftar peÂtenis putri dunia yang dirilis Senin kemarin, menggeser CaÂroÂline Wozniacki yang seÂbeÂlumÂnya menempati posisi tersebut.
“Ini sangat luar biasa. PaÂsalÂnya, sudah lima tahun Clijsters tidak menjadi petenis nomor saÂtu. Namun, para pecinta tenis saÂngat beruntung, dia kembali berkarier sebagai petenis,†kata CEO WTA Stacey Allaster.
[RM]
BERITA TERKAIT: