Dalam pertandingan semifinal di Stadium Putra Bukit Jalil, Malaysia, Taufik tamÂpil menÂdominasi jalannya perÂmainan sejak set pertama. Usaha Simon melayani back-hand dan reli-reli tidak mampu mengimbangi gaya permainan Taufik yang menang 21-15.
Jeda set pertama terjadi inÂsiden, saat tangan Simon SanÂtoÂso mengeluarkan darah karena terÂjatuh. Pertandingan kembali diÂlanjutkan setelah sekitar lima meÂnit tim dokter memeriksa luka Simon.
Di set kedua, gaya permainan Simon tak juga berkembang. Kondisi tersebut dimanfaatkan Taufik dengan leluasa. Sayang, saat Taufik memimpin jauh di set kedua, nampak terburu-buru menyelesaikan pertandingan sehingga beberapa kali membuat kesalahan sendiri. Meski begitu, Taufik menutup pertandingan dengan skor 21-19 sekaligus memastikan tiket ke babak final.
Ditemui setelah pertandingan, Simon mengakui pengalaman dan teknik Taufik memang lebih baik darinya. “Dia (Taufik, red) mainÂnya bagus dari awal. HingÂga permainan saya tak bisa berÂkemÂbang. Harus diakui, sampai saat ini, dia masih yang terbaik di Indonesia,†kata Simon.
Hal senada dengan Simon, pelatih tunggal putra Indonesia, Agus Dwi Santoso menyatakan, pengalaman dan teknik Taufik meÂmang masih di atas anak asuhÂnya. “Setelah istirahat selama 6 bulan, dia baru mengaÂsah teknik dan kepercayaan dirinya,†singkatnya.
Di babak final, Taufik akan diÂtantang pebulutangkis tuan ruÂmah yang juga nomor satu dunia Lee Chong Wei setelah mengaÂlahÂkan unggulan ketiga China, Chen Long dengan mudah 21-9, 21-9.
Mengenai calon lawannya, suami dari Amy Gumelar itu tiÂdak mempermasalahkan, kaÂreÂna siapapun lawannya, dia akan melakukan yang terbaik unÂtuk memenangi pertandingan. “TaÂhun lalu saya kalah terus sama Chong Wei, menang sekali di keÂjuaraan dunia saja,†kata Taufik.
Lalu apa yang akan dilakukan beÂsok menghadapi Chong Wei? Taufik menjawab santai. “Kalau saya bisa, saya akan kembali muda. Karena waktu dulu saya masih muda, Chong Wei nggak pernah menang lawan saya,†katanya.
Seperti diketahui, caÂtatan pertemuan antara Taufik dan Chong Wei berÂjulah 16 bertemu deÂngan skor 6-10. Enam kemenangan TauÂfik diraih di KeÂjuaraan Dunia 2010, Prancis Super Series 2008, Macau Grand Prix 2008, Kejuaraan DuÂnia 2005, KeÂjuaraan Asia 2004 dan InÂdoÂnesia TerÂbuÂka 2001. Pada perteÂmuan terÂakhir, Taufik kalah dari Chong Wei di HongÂkong Super SeÂries 2010 pada DeÂsemÂber lalu. [RM]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: