Hal itu dikatakan Ketua DeÂwan Pembina Lembaga PengÂawas Olahraga Nasional (LPÂON) Doedie Gambiro, kemaÂrin menanggapi perseteruan anÂtara PSSI dan pengelola LPI.
Menurut Doedie yang juga WaÂkil Ketua Komisi VIII DPR itu, peraturan-peraturan sepakÂbola Indonesia semuanya diÂkeÂluarÂkan oleh PSSI. “Begitu juÂga dengan perizinan. SehaÂrusÂnya LPI melakukan koÂmuÂniÂkasi yang baik dengan PSSI,†ujarnya.
Namun demikian, kata bekas pengurus Persebaya SuÂraÂbaya itu, di lain sisi LPI harus diÂhargai sebagai sebuah teroÂboÂsan untuk memajukan seÂpakÂÂbola nasional.
“Kami berharap PSSI sebaÂgai induk organisasi bertindak seÂbagai seorang bapak yang mau memfasilitasi, bukan merasa tersaingi,†ujarnya.
Doedie yang di dampingi KeÂtua Umum LPON Steven S Musa mengungkapkan, sebaÂgai induk organisasi dalam rangÂkan pembentukkan tim nasioÂnal (timnas) harus mengÂakoÂmodasi dari semua potensi yang ada.
“Harus ditampung , apalagi meÂreka berjuang untuk keÂpenÂtingan bangsa dan Negara,†katanya.
Doedie berharap, konflik terÂsebut bisa secepatnya terÂseÂleÂsaikan, karena jika berÂkeÂpanÂjangan yang dirugikan adalah peÂmÂain. “Pemain itu aset, kita harus pelihara. Sebaiknya pula LPI harus menghormati PSSI seÂbagai satu-satunya induk orÂgaÂnisasi sepakbola di InÂdoÂnesia,†ujarnya.
Secara terpisah, Sekjen LPON Alief Sjachviar mengÂungÂkapkan, sebenarnya LPI memÂberikan pencerahan bahÂwa kompetisi yang berjalan selama ini tidak maksimal dan tidak mengarah kepada bisnis seÂpakbola karena sangat berÂganÂtung pada APBD.
Namun perubahan menjadi inÂdustri sepakbola tidak bisa cepat karena harus mengubah AD/ ART PSSI bahwa klub-klub sebagian besar mantan perÂserikatan atau bond-bond yang dulu dibentuk sejak era Belanda.
Dalam AD/ART itu pula, kaÂtanya, setiap klub menÂdapatkan daÂna dari Pemda setempat. “Apa yang dilakukan LPI baÂgus namun tetap tidak sesuai taÂtanan hukum yang bisa berÂdamÂpak psikologis pada legaÂlitas di bidang olahraga lain. MaÂnajemen LPI seharusnya mengÂusung perubahan atau reÂvoÂlusi sepakbola pada tatanan yang benar,†katanya.
[RM]
BERITA TERKAIT: