70 Finalis Bertarung di Babak Final Olimpiade Genomik Indonesia 2026

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/widodo-bogiarto-1'>WIDODO BOGIARTO</a>
LAPORAN: WIDODO BOGIARTO
  • Selasa, 03 November 2026, 00:00 WIB
70 Finalis Bertarung di Babak Final Olimpiade Genomik Indonesia 2026
Ketua Dewan Pengarah/ Komite Ahli OGI 2026, Prof. Amin Soebandrio W. Kusumo. (Foto: Antara)
Kecil Besar
rmol news logo Setelah melalui rangkaian kegiatan yang cukup padat sejak Juli 2026 lalu, Olimpiade Genomik Indonesia (OGI) 2026 yang digagas oleh Indonesia Mengajar dan Regene Academy (divisi edukasi Regene 
Genomics) memasuki babak final. 

Sebagai kompetisi sains genomik pertama di Indonesia yang terkurasi oleh 
Pusat Prestasi Nasional (PUSPRESNAS), OGI 2026 siap menggelar Babak Final pada 13-15 November 2026 di Jakarta dan Bogor.  

Penyelenggaraan OGI tahun ini mencatat antusiasme tinggi dengan keikutsertaan 5.118 pelajar dari jenjang Sekolah Dasar (kelas 4-6), Sekolah Menengah Pertama, dan Sekolah Menengah Atas dari berbagai daerah di Indonesia. 

Seleksi berlanjut ke babak semifinal secara Computer Based Test (CBT) yang diikuti oleh 1.312 siswa, hingga akhirnya menyaring 70 finalis terbaik yang akan bertanding secara langsung di Jakarta dan Bogor, pada 13-15 November mendatang.
 
“Literasi genom merupakan kebutuhan strategis bagi generasi muda Indonesia untuk memahami informasi genetik secara bijak, membentengi diri dari disinformasi dan pseudosains, serta mendorong konservasi keanekaragaman hayati berbasis sains," kata Ketua Dewan Pengarah/ Komite Ahli OGI 2026, Prof. Amin Soebandrio W. Kusumo, dikutip Senin 2 November 2026.

Amin mengatakan, di tengah pesatnya perkembangan teknologi seperti CRISPR (sistem kekebalan prokariota yang memberikan perlawanan terhadap elemen genetik asing), rekayasa genetika, dan skrining bayi baru lahir, generasi muda perlu dibekali pemahaman tentang etika sains sekaligus dipersiapkan menjadi talenta masa depan di bidang genomik, bioinformatika, bioetika, kebijakan kesehatan, dan bioteknologi.

Ketua Panitia OGI 2026, Hikmat Hardono menambahkan, semangat OGI dipastikan tidak berhenti sebagai ajang kompetisi belaka, melainkan sebuah gerakan edukatif berkelanjutan untuk mendekatkan ilmu genomik, bioteknologi, dan bioinformatika kepada generasi muda. 

Melalui Jalur Afirmasi, OGI memberikan kesempatan setara dan pembiayaan penuh bagi pelajar kategori afirmasi yang berasal dari wilayah implementasi program Indonesia Mengajar, memastikan akses pendidikan sains yang inklusif tanpa terkendala geografis maupun ekonomi. 

Selain kompetisi siswa, rangkaian OGI 2026 turut melibatkan guru dan orang tua melalui OGI Learning Series (webinar & masterclass) serta kunjungan sekolah dalam OGI Goes to School, guna memperkuat pendampingan pendidikan STEM di lingkungan keluarga dan sekolah. 

“Setiap anak Indonesia berhak mendapatkan kesempatan untuk mengenal sains, mengembangkan rasa ingin tahu, dan membayangkan masa depan yang lebih luas," kata Hikmat.rmol news logo article
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA