Pesan tersebut mengemuka dalam Wisuda ke-26 USBR yang diikuti 458 mahasiswa di Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Banten. Mengusung tema “USBR Mengabdi”, wisuda ini menjadi momentum bagi kampus untuk memperkuat kompetensi lulusan melalui inovasi dan kolaborasi pendidikan berbasis teknologi.
Rektor USBR, Iman Sampurna mengatakan, penguasaan teknologi sangat dibutuhkan agar lulusan mampu beradaptasi dan bersaing di dunia kerja. Karena itu, metode pembelajaran perlu terus disesuaikan dengan perkembangan zaman.
“Melalui kerja sama dan pemanfaatan teknologi AI, diharapkan dapat meningkatkan kualifikasi serta kompetensi para lulusan sehingga mampu menjawab tantangan zaman, adaptif, dan memiliki daya saing serta reputasi yang baik di dunia kerja,” kata Iman dalam keterangan tertulisnya, Minggu, 1 November 2026.
Sementara itu, Wakil Presiden dan Direktur Synapse, Simon Schmidt memaparkan rencana pengembangan ekosistem pendidikan berbasis AI di Indonesia.
Simon menjelaskan, teknologi
Agentic AI dan perangkat pendidikan digital dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan efektivitas proses belajar mengajar, baik bagi siswa maupun tenaga pendidik.
Menurut dia, pemanfaatan teknologi tersebut bukan untuk mengubah substansi kurikulum, melainkan membantu meningkatkan efisiensi penyampaian materi pembelajaran.
Bagi USBR, perkembangan teknologi digital menjadi tantangan sekaligus peluang untuk meningkatkan mutu pendidikan tinggi. Lulusan tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan akademik, tetapi juga perlu memiliki keterampilan digital dan kemampuan beradaptasi dengan kebutuhan industri.
Melalui wisuda tersebut, USBR berharap para lulusan mampu berkontribusi dalam pengembangan sumber daya manusia yang kompeten dan siap menghadapi perubahan dunia kerja di era digital.
BERITA TERKAIT: