Kepengurusan baru periode 2025-2030 resmi dilantik Ketua Umum DPP ASPRINDO Jose Rizal di Hotel The Rinra Makassar, Minggu malam, 19 Juli 2026. Pelantikan turut dihadiri Anggota Dewan Pembina DPP ASPRINDO Prof. Dr. Jamaluddin Jompa yang juga Rektor Universitas Hasanuddin, Ketua Dewan Pakar DPP ASPRINDO Prof. Dr. Didin S. Damanhuri, serta ratusan pengusaha, akademisi, dan unsur Forkopimda.
Dalam sambutannya, Jose Rizal menilai pertumbuhan ekonomi Sulawesi Selatan yang melampaui rata-rata nasional menunjukkan daerah tersebut menjadi salah satu motor penggerak ekonomi Indonesia.
Namun, ia mempertanyakan sejauh mana pertumbuhan itu benar-benar dinikmati para pengusaha nasional, khususnya anggota ASPRINDO.
"Pertanyaannya, seberapa besar kontribusi dan hasil ekonomi tersebut masuk ke kantong pengusaha ASPRINDO?" kata Jose.
Menurutnya, pelantikan pengurus baru bukan sekadar seremoni organisasi, melainkan momentum memperkuat peran pengusaha bumiputera dalam menggerakkan perekonomian.
"Ini adalah deklarasi perang ekonomi. Perang melawan kemiskinan. Perang melawan mental 'cukup'. Pengusaha ASPRINDO sudah saatnya turun ke sawah, ke laut, ke pabrik, menjemput kolaborasi dengan pemerintah," tegasnya.
Jose juga mendorong pembangunan Kampung Industri sebagai pusat penguatan ekosistem usaha. Menurutnya, sinergi antarpengusaha harus diperkuat melalui kolaborasi sumber daya, pemanfaatan teknologi, akses permodalan, hingga penguatan branding agar produk-produk anggota ASPRINDO, termasuk UMKM, mampu bersaing di pasar global.
Sementara itu, Dewan Pembina DPP ASPRINDO Prof. Dr. Jamaluddin Jompa mengajak para pengusaha membangun budaya kompetisi yang sehat dan profesional. Ia menegaskan kalangan perguruan tinggi siap bersinergi dengan dunia usaha.
"Dunia akademik siap bersinergi dan bekerja sama dengan pengusaha. Banyak riset dari kampus yang bisa diimplementasikan di dunia usaha. Di kampus pun digalakkan entrepreneurship," ujarnya.
Di kesempatan yang sama, Ketua Dewan Pakar DPP ASPRINDO Prof. Dr. Didin S. Damanhuri menyebut ASPRINDO memiliki posisi strategis dalam mempercepat lahirnya pengusaha pribumi yang berdaya saing.
"Ini bukan soal dikotomi pribumi dan nonpribumi, tetapi amanat Pasal 33 UUD 1945 untuk mengurangi ketimpangan ekonomi yang saat ini masih dinikmati segelintir pihak," katanya.
Ketua DPW ASPRINDO Sulawesi Selatan yang baru dilantik, Ir. Abu Hasan, menyatakan siap menjalankan amanah organisasi. Ia mengungkapkan telah menyiapkan tujuh klaster program kerja untuk meningkatkan kapasitas dan daya saing pengusaha ASPRINDO di Sulawesi Selatan.
"Insya Allah pengusaha ASPRINDO di daerah ini siap naik kelas dan membangun daya saing," pungkasnya.
BERITA TERKAIT: