Demikian antara lain disampaikan Bunda PAUD Kota Jakarta Timur, Essie Feransie Munjirin, ketika meninjau penyelenggaraan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah 2026 di SDN Pondok Kelapa 01, Kamis pagi, 16 Juli 2026.
Dalam kunjungan itu Essie Feransie Munjirin, didampingi Bunda PAUD Kecamatan Duren Sawit Suci Kelik Sutanto, Kepala Suku Dinas Pendidikan Wilayah 1 Jakarta Timur yang diwakili Kasi PAUD & PMPK Sinta Shediana, serta Camat Duren Sawit Kelik Sutanto, dan Lurah Pondok Kelapa Rasikin.
Kepala SDN Pondok Kelapa 01, Ira Rahmawati dan Staf Satuan Pelaksana Pendidikan Kecamatan Duren Sawit, Urip Ariyanto, yang mewakili Kepala Satlak Pendidikan Duren Sawit, menyambut kehadiran Essie Feransie Munjirin dan rombongan.
"Budaya mencintai lingkungan, termasuk pilah dan olah sampah, harus kita lakukan sejak usia dini di tengah lingkungan sekolah dan keluarga, agar dapat ditularkan ke lingkungan yang lebih luas," ujar Bunda PAUD Jakarta Timur, Essie Feransie Munjirin.
Dia mengingatkan, tantangan dan ancaman kerusakan ekologi tidak bisa dipandang sebelah mata.
"Kita harus bergerak bersama-sama, membangun generasi muda yang benar-benar menjaga kelestarian lingkungan, dan menjadikan olah dan pilah sampah sebagai kebiasaan hidup sehari-hari," katanya lagi.
Setelah menyapa 128 siswa baru di SDN Pondok Kelapa 01, Essie Feransie Munjirin menyaksikan penampilan tarian dan jingle "Pilah dan Olah Sampah" yang dinyanyikan secara bersama seluruh siswa SDN Pondok Kelapa 01.
Bunda PAUD Jakarta Timur dan rombongan juga menyempatkan diri mengunjungi Perpustakaan SDN Pondok Kelapa 01 yang merupakan perpustakaan sekolah terbaik kedua di Jakarta Timur tahun 2025.
Dalam kesempatan itu Bunda PAUD Jakarta Timur memberikan hadiah kepada siswa sebagai bentuk dukungan untuk meningkatkan literasi siswa.
Rombongan juga mengunjungi urban farming dan tempat pilah serta pengolahan sampah dengan menggunakan biopori jumbo dan kecil di SDN Pondok Kelapa 01.
Menurut Kasatlak Pendidikan Duren Sawit, Farida Farhah, yang dihubungi terpisah, satuan pendidikan di wilayah binaannya sejauh ini memiliki 302 biopori jumbo, 579 biopori kecil, 84 urban farming, serta 418 tempat sampah pilah.
"Pemerintah Pusat melalui Menteri Lingkungan Hidup, Bapak Moh. Jumhur Hidayat, tengah mendorong tobat ekologi sebagai gerakan berskala nasional. Menjadi kewajiban kita untuk mendukung program ini dengan tindakan nyata," ujar Farida Farhah.
MPLS Ramah 2026 dengan tema "Jaga Sekolah, Bersih, Aman & Nyaman" diluncurkan Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Dr. Nahdiana, pada hari Senin, 13 Juli 2026 di SMKN 57 Jakarta. Kick off yang diselenggarakan secara hybrid diikuti ribuan sekolah di DKI Jakarta, serta disiarkan langsung melalui YouTube Dinas Pendidikan DKI Jakarta.
BERITA TERKAIT: