Jalahoaks menjadi salah satu dari tiga program asal Indonesia yang meraih penghargaan bergengsi tersebut bersama dua program dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
Penghargaan diberikan oleh International Telecommunication Union (ITU), badan khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), atas kontribusi Jalahoaks dalam memperkuat etika masyarakat digital melalui layanan cek fakta dan edukasi literasi digital.
Kepala Diskominfotik DKI Jakarta, Marulina Dewi mengatakan, Jalahoaks dikembangkan Pemprov DKI Jakarta sejak 2020 sebagai respons atas maraknya penyebaran hoaks di ruang digital.
Seiring waktu, platform tersebut berkembang menjadi salah satu rujukan masyarakat untuk memastikan kebenaran informasi.
"Penanganan hoaks tidak bisa dilakukan sendiri. Dibutuhkan kolaborasi pemerintah, media, komunitas, akademisi, dan masyarakat agar ruang digital semakin sehat dan tepercaya," kata Marulina, dikutip dari PPID DKI, Selasa 14 Juli 2026.
Penghargaan Champion WSIS Prizes 2026 diserahkan dalam seremoni yang berlangsung di Jenewa, Swiss, pada 9-10 Juli 2026.
Penghargaan untuk Jalahoaks diterima oleh Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen RI, Suharti, yang mewakili Jalahoaks dalam acara tersebut.
WSIS Prizes merupakan penghargaan tahunan yang diselenggarakan ITU untuk mengapresiasi inovasi di bidang teknologi informasi dan komunikasi yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Pada penyelenggaraan tahun 2026, ajang ini diikuti 1.595 proposal dari berbagai negara, dengan 360 program terpilih sebagai nominator.
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
BERITA TERKAIT: