"Kami berharap ini akan menjadi agenda rutin tahunan dan menjadi kemeriahan di HUT Jakarta, sehingga masyarakat akan mengingat, "wah di HUT Jakarta ada lomba dayung," kata Asisten Ekonomi Pembangunan Pemerintah Kota Jakarta Timur Fauzi di Banjir Kanal Timur (BKT), Duren Sawit, Jakarta Timur, Jumat 26 Juni 2026.
Perlombaan yang berlangsung hingga Minggu, 28 Juni 2026 itu tidak hanya menjadi wadah kompetisi olahraga air, tetapi juga sarana edukasi lingkungan dan upaya memperkenalkan BKT sebagai destinasi wisata dan ruang rekreasi masyarakat.
"Ada pesan bahwa kita semua harus mencintai alam ini, menjaga keasrian alam dan air," kata Fauzi.
Untuk memastikan keamanan kegiatan tersebut, panitia bersama instansi terkait menyiagakan tim penyelamat dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan petugas Pemadam Kebakaran guna mengantisipasi kondisi darurat maupun gangguan kesehatan peserta.
Sementara itu, Ketua Forum Alumni Siswa Pecinta Alam (Fasta) Adjie Rimbawan mengatakan, antusiasme pelajar terhadap lomba dayung terus meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Pada penyelenggaraan 2025, jumlah peserta tercatat sebanyak 180 orang, sedangkan pada 2026 meningkat menjadi 262 peserta.
"Sebetulnya, antusiasmenya sangat tinggi, kalau saja kami tidak tutup, jumlahnya bisa mencapai 300," kata Adjie.
Peningkatan jumlah peserta itu juga diikuti dengan penambahan nomor perlombaan. Selain kategori kano, kayak, dan arung jeram, panitia memperkenalkan kategori stand up paddle (SUP), yakni olahraga mendayung sambil berdiri di atas papan pada penyelenggaraan tahun ini.
Adjie melihat BKT memiliki potensi besar untuk berkembang sebagai kawasan wisata berbasis olahraga air yang mampu mendorong aktivitas ekonomi masyarakat, termasuk pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sekitar lokasi tersebut.
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
BERITA TERKAIT: